Wisatawan tersengat ubur ubur beracun.IDN Times/Daruwaskita
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan, kemunculan ubur-ubur kali ini cenderung minim. Curah hujan di bulan Juli turut berpengaruh. Hal itu membuat ubur-ubur yang muncul ke permukaan laut menjadi berkurang.
"Kali ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, hanya 1-2 ekor yang terpantau," katanya.
Marjono mengatakan sepanjang Juli-Agustus 2023 terdapat 10 wisatawan yang tersengat ubur-ubur. "Lokasinya mulai dari kawasan Pantai Kukup hingga Pantai Pulang Syawal," katanya.
Kemunculan ubur-ubur di musim kemarau disebabkan adanya suhu dingin di perairan selatan. Hewan ini biasanya mencari area yang lebih hangat untuk bertahan.
"Apalagi di akhir Agustus kemungkinan suhunya jadi lebih dingin, biasanya ubur-ubur bisa muncul sampai pertengahan September," kata Marjono.