Tarif Layanan Puskesmas Non-BPJS di Sleman Naik

1. Belum ada perubahan tarif sejak 2012

Menjelang arus mudik libur Natal dan Tahun Baru, para awak bus di Terminal Besar Kota Tegal, diperiksa kesehatannya, Selasa (17/12) siang. IDN Times/Haikal Adithya Joko Hastaryo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menjelaskan, tarif puskesmas sebelumnya sudah berlaku sejak 2012 lalu. Baru pada tahun 2018 ada perhitungan ulang.
"Tarif sebelumnya perhitungan sejak 2012. Itu kan sudah terjadi banyak perubahan harga dan perekonomian terutama barang, alat dan sebagainya. Tingkat inflasi selama 7 tahun juga sudah berbeda. Kita lakukan perhitungan tahun 2018, ketemu angka itu dan kita ubah tarifnya," katanya pada Jumat (7/2).
2. Dari Rp17 ribu ke Rp23 ribu

Pixabay/EmAji Menurut Joko, perubahan tarif tersebut terjadi di semua puskesmas yang ada di Sleman. Baik yang rawat jalan maupun rawat inap. Untuk kenaikannya sendiri dari awalnya Rp17 ribu menjadi Rp23 ribu.
"Kenaikan tarif lama misalnya Rp17 ribu, di Sleman, subsidi Rp12 ribu. Sehingga hanya membayar 5 ribu. Tarif yang baru sebetulnya hanya Rp17 ribu naik ke Rp23 ribu. Tapi yang tarif baru tidak ada subsidi. Jadi harus bayar sebesar Rp23 ribu," ungkapnya.
3. Peningkatan kualitas

IDN Times/Fariz Fardianto Joko menjelaskan, perubahan tarif tersebut juga sejalan dengan peningkatan pelayanan ke masyarakat. Di Sleman sendiri saat ini sudah ada 1 puskesmas yang terakreditasi paripurna, 14 utama dan 10 lainnya terakreditasi madya.
"Kita terus meningkatkan pelayanan ke masyarakat, peningkatan pelayanan tersebut juga linier dengan kenaikan tersebut. Kenaikan ini sudah tertuang dalam Peraturan Bupati pada tanggal 6 Agustus 2019 dan berlaku mulai 6 Februari 2020," jelasnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















