Tanggap Darurat Bencana, Pemkab Bantul Siapkan Anggaran Rp3 Miliar

Bantul, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Bantul resmi menetapkan status tanggap bencana terhitung mulai tanggal 5 Maret hingga 31 Maret 2020. Penetapan status tanggap darurat bencana ini dilakukan, mengingat cuaca ekstrem telah menyebabkan kerusakan berbagai kerusakan infrastruktur, termasuk kerugian yang ditanggung warga. Ditambah potensi bencana yang kemungkinan terjadi.
1. Siapkan dana Rp3 miliar dari dana tak terduga

Dengan penetapan status tanggap darurat bencana, Pemkab Bantul menyiapkan anggaran Rp3 miliar dari dana tak terduga, yang bisa digunakan untuk penanggulangan bencana.
"Jadi dana tak terduga masih utuh, dan ketika sudah ada status tanggap darurat, maka dana bisa dicairkan untuk penanganan bencana," kata Sekda Bantul, Helmi Jamharis, Jumat (6/3).
2. Dana penanganan bencana tidak saja dari BPBD namun juga dari OPD lainnya

Pasca terjadinya cuaca ekstrem, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan mencermati kebutuhan dana untuk pemulihan sejumlah infrastruktur yang rusak selama masa tanggap darurat bencana.
"Kami akan cermati berapa besaran dana yang bisa dikeluarkan untuk kegiatan tanggap darurat ini," ujarnya.
Mantan Kepala Sekretaris DPRD Bantul ini menjelaskan, anggaran untuk penanganan bencana tidak saja bersumber dari dana BPBD, namun juga berasal dari organisasi perangjat daerah (OPD) lainnya.
"Seperti Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) dan Dinas Lingkungan Hidup, juga mempunyai anggaran yang bisa digunakan untuk penanganan bencana," terangnya.
3. BPBD Bantul masih mencatat banyaknya kerusakan dan kerugian

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengatakan, cuaca ekstrem tidak saja terjadi di Bantul namun juga di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Memang daerah hilir, Bantul, yang paling merasakan dampak limpahan air dari Kota Yogyakarta dan Sleman, sehingga menyebabkan kerusakan berbagai infrastruktur," katanya.
Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan terkait kerusakan akibat hujan ekstrem. Data sementara yang masuk, yakni pergerakan tanah atau longsor terjadi di 11 titik, genangan air di 14 titik akibat luapan sungai, kemudian 10 titik pohon tumbang dan kerugian masyarakat mencapai Rp300 juta.
"Data itu belum mencakup kerusakan infrastruktur seperti talut, jembatan, jalan daerah aliran sungai (DAM) serta rumah," ujarnya.












![[QUIZ] Kamu Mudah Dimanipulasi atau Punya Batasan Kuat? Cek di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20250604/pexels-karolina-grabowska-6134903-120d99068824bc16e20fee794f36b728-c5babad5ba5357e885badf08634924d9.jpg)






