Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Awal Tahun, 6 Petani Gunungkidul Meninggal Akibat Leptospirosis

Awal Tahun, 6 Petani Gunungkidul Meninggal Akibat Leptospirosis
ilustrasi leptospirosis (dinkes.banyumaskab.go.id)
Intinya Sih
  • Enam warga Gunungkidul meninggal akibat leptospirosis sejak awal 2026 hingga Maret, dari total 29 kasus yang tercatat oleh Dinas Kesehatan setempat.
  • Seluruh korban meninggal berprofesi sebagai petani yang terpapar saat bekerja di sawah, dengan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
  • Dinkes mengimbau petani memakai sepatu bot dan segera periksa ke fasyankes jika alami gejala seperti demam, nyeri otot, atau mata merah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Gunungkidul, IDN Times - Kasus leptospirosis yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul mengakibatkan enam orang meninggal dunia. Kejadian ini terjadi mulai awal 2026 hingga Maret.

‎"Ada 29 kasus leptospirosis hingga bulan Maret ini, dan enam pasien di antaranya meninggal dunia. Sebagian besar menimpa pasien laki-laki," kata Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono, Selasa (7/4/2026).

1. ‎Semua yang meninggal adalah petani

Ilustrasi meninggal (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi meninggal (IDN Times/Mia Amalia)

‎Menurutnya sebanyak enam pasien laptospirosis yang meninggal dunia tersebar di beberapa kapanewon, seperti di Playen, Semin dan Ngawen. Empat di antaranya merupakan pasien laki-laki dan sisanya perempuan.

‎"Ya semuanya berprofesi sebagai petani dan mereka terpapar leptospirosis saat bekerja di sawah," tuturnya.

‎2. Petani yang sedang bekerja di sawah mengenakan sepatu bot

ilustrasi petani bekerja di sawah (pexels.com/Rahmad Himawan)
ilustrasi petani bekerja di sawah (pexels.com/Rahmad Himawan)

Ismono mengungkapkan jumlah kasus kematian akibat leptospirosis tahun ini meningkat signifikan dibanding 2025. "Selama 2025 ada satu orang meninggal dunia akibat leptospirosis. Lalu tahun 2026 baru sampai Maret saja sudah ada enam kasus kematian, ya bisa dikatakan untuk zoonosis (penyakit yang ditularkan hewan) ini memang fluktuatif," ucapnya.

‎Oleh sebab itu, Ismono meminta warga khususnya petani agar mengenakan sepatu bot saat bekerja di sawah. Pasalnya penularan Leptospirosis melalui kontak dengan urine tikus.

‎"Tikus itu banyak yang berkembang biak di sawah dan sekarang musim hujan. Jadi pasti ada genangan dan itu berpotensi menularkan leptospirosis lewat urine," ujarnya.

3. ‎Gejala awal terpapar laptospirosis ‎

ilustrasi mata memerah (healthline.com)
ilustrasi mata memerah (healthline.com)

Ismono menerangkan, apabila masyarakat mengalami sakit kepala, mual, demam, diare, mata merah dan nyeri otot agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat. Pasalnya itu merupakan gejala yang mengarah pada leptospirosis.

‎"Kalau ada yang merasakan gejala ke arah leptospirosis kami minta segera ke puskesmas, rumah sakit atau klinik terdekat agar bisa segera tertangani," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More