Yogyakarta, IDN Times - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku heran kegiatan brandu atau porak yang merupakan tradisi warga membagi dan mengonsumsi daging hewan ternak yang mati atau terlihat sakit, masih berlangsung. Beberapa kali ternak mati atau sakit yang dibrandu, menjadi penyebab antraks.
"Makanya itu saya heran. Saya kasih catatan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pertanian (Dinas Pertanian dan Ketahanana Pangan/DPKP DIY), kenapa selalu berulang," ungkap Sri Sultan, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (14/3/2024).
