Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sleman Masih Belum Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Masuk Tempat Wisata
Tebing Breksi. IDN Times/Siti Umaiyah

Sleman, IDN Times - Meski sejumlah daerah sudah membolehkan anak di bawah 12 tahun memasuki tempat wisata, hingga saat ini kebijakan tersebut belum berlaku di Sleman.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, Suparmono mengungkapkan, diperlukan kehati-hatian untuk bisa menerapkan aturan pembolehan aturan anak di bawah 12 tahun masuk ke tempat wisata.

1. Masih menunggu aturan tertulis

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Suparmono. IDN Times/Siti Umaiyah

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, sebenarnya sudah memberikan lampu hijau mengenai kebijakan pariwisata bagi anak di bawah 12 tahun saat melakukan kunjungan ke Yogyakarta beberapa hari lalu. Namun, sampai saat ini Dispar Sleman masih menunggu aturan tertulis dari Pusat. Menurutnya, hal tersebut sebagai langkah kehati-hatian.

"Diskresinya baru sebatas statement, kami menunggu tertulisnya," ungkapnya pada Senin (11/10/2021).

2. Pengelola wisata belum membolehkan anak di bawah 12 tahun masuk

Destinasi wisata Merapi Park. IDN Times/Siti Umaiyah

Serupa dengan Dinpar Sleman, saat ini pengelola Tebing Breksi juga belum membolehkan anak di bawah 12 tahun untuk masuk destinasi wisata. Pengelola Tebing Breksi, Kholiq Widianto, menjelaskan sebenarnya pihaknya berharap agar aturan pembolehan anak di bawah 12 tahun bisa segera terbit.

"Usia di bawah 12 tahun belum boleh masuk, harapan kami segera diperbolehkan. Toh mereka berwisata juga dibawa oleh orang tuanya atau keluarganya, selama ini saya rasa tidak ada anak di bawah 12 tahun kok piknik sendiri," katanya.

3. Pengunjung di Tebing Breksi sudah alami kenaikan

Tebing Breksi. IDN Times/Siti Umaiyah

Meski demikian, Kholiq mengatakan jika saat ini tingkat kunjungan di Tebing Breksi sudah mengalami kenaikan. Tercatat pada akhir pekan Tebing Breksi dikunjungi 1.000 wisatawan. Jumlah ini melonjak dibanding pada pertengahan September lalu, awal uji coba dilakukan. Saat itu jumlah pengunjung hanya sekitar 500 orang.

"Sudah ada kebaikan. Kemarin sudah 1.000-an (pengunjung saat weekend)," paparnya.

Editorial Team

Related Article