Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sekolah Tumbuh Dorong Siswa Kuasai Teknologi lewat Coding dan Robotik
Sekolah Tumbuh menggandeng PT Vortex Buana Edumedia melalui Neon Bit dalam menghadirkan pembelajaran teknologi. (Dok. Istimewa)
  • Sekolah Tumbuh bekerja sama dengan Neon Bit membuka Club Coding dan Club Robotik untuk siswa SMP-SMA pada tahun ajaran 2026/2027, diikuti 19 siswa.
  • Club Coding berfokus pada pengembangan game 3D di semester pertama, sedangkan robotik berlangsung pada semester kedua; masing-masing memiliki 10 sesi berdurasi 60 menit.
  • Program berbasis STEAM, computational thinking, dan proyek ini melatih logika serta pemecahan masalah, dengan target siswa menghasilkan karya teknologi melalui pendampingan mentor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - Sekolah Tumbuh menggandeng PT Vortex Buana Edumedia melalui Neon Bit dalam menghadirkan pembelajaran teknologi melalui Club Coding dan Club Robotik bagi siswa jenjang SMP dan SMA. Program yang menjadi bagian dari penguatan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) ini diikuti 19 siswa sepanjang tahun ajaran 2026/2027.

Kerja sama Sekolah Tumbuh dengan PT Vortex Buana Edumedia melalui Neon Bit ini menghadirkan dua program pembelajaran teknologi. Club Coding akan berlangsung pada semester pertama dengan fokus pada 3D Game Development, sementara Club Robotik digelar pada semester kedua.

Masing-masing program terdiri dari 10 sesi pembelajaran dengan durasi 60 menit setiap pertemuan. Menariknya, jumlah peserta yang mengikuti program ini melampaui perkiraan awal sekolah.

1. Minat siswa tinggi, jadi ekskul terfavorit kedua

Ilustrasi teknologi canggih (pexels.com/Kindel Media)

Kepala SMA Tumbuh, Daya Prisandi Mandala, mengatakan awalnya sekolah memperkirakan program tersebut akan diikuti sekitar 10 siswa. Namun, jumlah peserta justru mencapai 19 siswa dan menjadi kegiatan ekstrakurikuler dengan peminat terbanyak kedua pada tahun ajaran ini.

“Kami melihat minat siswa terhadap coding dan robotik cukup tinggi, sehingga sekolah ingin menyediakan ruang belajar yang lebih terarah dan relevan,” ujar Daya, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, Neon Bit dipilih karena program pembelajarannya dinilai fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Sekolah Tumbuh. Dalam satu tahun ajaran, siswa bisa mendapatkan pengalaman belajar coding visual 3D sekaligus robotik.

2. Tidak hanya kemampuan teknis, tapi juga berpikir logis

Ilustrasi teknologi (pixels.com/ Tara Winstead)

Kolaborasi ini dirancang tidak hanya untuk mengajarkan kemampuan teknis kepada siswa. Pembelajaran juga diarahkan untuk melatih kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, bereksperimen, hingga menghasilkan karya berbasis teknologi.

Program tersebut menggunakan pendekatan STEAM, Computational Thinking, dan Project-Based Learning. Melalui metode ini, siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan produk atau karya.

Selain itu, pembelajaran juga disesuaikan dengan karakter Sekolah Tumbuh yang mengedepankan pendidikan inklusif. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan belajarnya.

3. Targetkan siswa bisa menghasilkan karya

ilustrasi teknologi membantu manusia (pexels.com/Pavel Danilyuk)

COO PT Vortex Buana Edumedia sekaligus perwakilan Neon Bit, Ahmad Syihabuddin Zankie mengatakan program tersebut dirancang sebagai pembelajaran berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan workshop singkat. Menurut Ahmad, keberadaan Koding dan Kecerdasan Artifisial dalam kebijakan pendidikan perlu diikuti dengan pembelajaran yang benar-benar memberi pengalaman berkarya kepada siswa.

“KKA sudah masuk dalam kebijakan nasional, tetapi kebijakan tidak otomatis berubah menjadi pembelajaran. Yang menentukan bukan seberapa cepat sekolah mengadopsi istilahnya, tetapi apakah siswa benar-benar menghasilkan karya di akhir semester,” katanya.

Ia menjelaskan, program Club Coding dan Club Robotik dirancang dalam 20 sesi selama dua semester. Dengan pendampingan mentor dan pembelajaran berbasis proyek, siswa diharapkan dapat mengeksplorasi teknologi melalui proses belajar yang lebih terstruktur.

Editorial Team

Related Article