Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

REI DIY Khawatirkan Kenaikan BI Rate Diikuti Kenaikan Suku Bunga KPR

REI DIY Khawatirkan Kenaikan BI Rate Diikuti Kenaikan Suku Bunga KPR
ilustrasi rumah (unsplash.com/Tierra Mallorca)
Intinya Sih
  • Kenaikan BI-Rate oleh Bank Indonesia mencemaskan DPD REI DIY.
  • Kenaikan suku bunga KPR diprediksi akan membuat penjualan properti turun.
  • Harapan agar kenaikan BI Rate tidak diikuti kenaikan suku bunga KPR, namun dampaknya belum terlihat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 23-24 April 2024 lalu memutuskan kenaikan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen. DPD Real Estat Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (REI DIY) mengkhawatirkan hal tersebut bisa memicu kenaikan suku bunga KPR, dan membuat penjualan properti turun.

"Tentunya jadi khawatir kita, karena kemungkinan besar hitung-hitungan teknisnya perbankan akan menaikkan suku bunga KPR-nya, kalau hitung-hitungan bisnisnya," ujar Ketua REI DIY, Ilham Muhammad Nur, Selasa (30/4/2024).

1. Kenaikan BI rate biasanya diikuti kenaikan suku bunga KPR

Ilustrasi bisnis rumahan (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi bisnis rumahan (IDN Times/Aditya Pratama)

Ilham mengatakan berdasar pengalaman yang ada, ketika BI Rate mengalami kenaikan, suku bunga KPR akan ikut naik. Hal tersebut akan berimbas pada penurunan penjualan rumah dengan sistem KPR.

"Kita jadi tidak ada gimmick. Pasti ada penuruan, kalau data selama ini menunjukkan ketika BI Rate (naik), dan suku bunga KPR ikut naik, pasti akan terjadi penurunan penjualan rumah melalui KPR," ujar Ilham.

2. Segmen pembeli dengan sistem KPR cukup besar

ilustrasi KPR (Pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi KPR (Pexels.com/Mikhail Nilov)

Ada beberapa klaster dan persentase yang mengambil rumah dengan sistem KPR, jumlahnya pun berbeda. Meski begitu, secara umum, menurut Ilham jumlah orang yang mengambil dengan sistem KPR cukup besar.

"Kalau klaster dibawah Rp500 juta itu persentase diatas 75-80 persen. Klaster anatara Rp500 juta-Rp1 miliar persentase 50 persen. Kalau diatas Rp1 miliar KPR antara 20-30 persen. Sangat besar (secara umum)," kata Ilham.

3. Kenaikan BI rate diharap tidak diikuti kenaikan suku bunga KPR

gedung Bank Indonesia (instagram.com/bank_indonesia)
gedung Bank Indonesia (instagram.com/bank_indonesia)

Pihaknya hanya bisa berharap agar kenaikan BI Rate ini tidak diikuti oleh kenaikan suku bunga. Pihaknya pun telah berkomunikasi dengan salah satu direksi dari pihak bank agar tidak ada kenaikan suku bunga KPR.

"Mereka janji akan memperhatikan usulan itu. Sebisa mungkin tidak menaikan, tapi kan gak tahu dapurnya bank dan kita beda. Dalam pengalaman yang ada selama ini kalau BI Rate naik suku bunga KPR akan naik," kata Ilham.

Ilham mengatakan saat ini memang belum bisa terlihat dampak dari kenaikan BI Rate ini. Dimungkinkan baru akan terlihat pada bulan Mei 2024 nanti. "Belum bisa kita rasakan, karena baru awal bulan depan bank menyesuaikan. Bulan Mei akan kita lihat datanya," ujar Ilham.

Share Article
Topics
Editorial Team
Herlambang Jati Kusumo
EditorHerlambang Jati Kusumo

Latest News Jogja

See More