REI DIY Sebut Penjualan Properti Triwulan I 2024 Turun, Ini Sebabnya

- Penurunan penjualan properti sebesar 30% pada triwulan I 2024 disebabkan oleh Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) serta Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.
- Peningkatan positif penjualan properti terjadi setelah Lebaran, dengan perkiraan kenaikan di atas 20-30 persen dibanding tiga bulan sebelumnya.
- Tren yang baik pada awal triwulan II 2024 memberikan harapan akan kenaikan signifikan untuk bisnis properti setelah gelaran Pemilu selesai dan presiden terpilih ditetapkan.
Yogyakarta, IDN Times - DPD Real Estat Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (REI DIY) mencatat penurunan penjualan properti selama triwulan I 2024 jika dibanding triwulan I 2023. Momen Pemilihan Umum (Pemilu) dinilai menjadi penyebab penurunan penjualan properti di DIY.
"Triwulan I 2024 secara umum dibandingkan triwulan I tahun kemarin (2023) ada penurunan. Penurunannya 30 persen," ucap Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur, Senin (29/4/2024).
1. Penurunan properti di triwulan I 2024 turun

Ilham menjelaskan penurunan penjualan properti di triwulan I 2024 tidak lepas karena Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan legislatif (Pileg) 2024. "Fakta menunjukkan seperti itu (ada pengaruh dari Pemilu)," ungkap Ilham.
Meski begitu, Ilham mengatakan peningkatan positif mulai terlihat setelah Lebaran. Ia belum bisa mengungkapkan berapa angka pasti kenaikannya, namun jika dibanding tiga bulan sebelumnya diperkirakan kisaran diatas 20-30 persen. "Saat Lebaran itu terjadi rebound atau trafik konsumen ke lokasi proyek sangat tinggi," ungkap Ilham.
2. Optimistis triwulan II 2024 lebih baik

Melihat tren yang baik pada awal triwulan II 2024 tersebut, Ilham berharap ada kenaikan signifikan untuk bisnis properti. Lebih lagi gelaran Pemilu sudah selesai, dan telah ditetapkan presiden terpilih.
"Jadi kita berhap orang niat investasi. Terutama yang mau investasi segera memutuskan. Data kita selalu menunjukan hampir 50 persen lebih itu ada kecenderungan investasi beli rumah itu," kata Ilham.
3. Pilkada akan berpengaruh tapi tidak signifikan

Di sisi lain jelang gelaran Pilkada 2024, Ilham berpandangan gelaran tersebut juga akan berpengaruh pada penjualan properti, meski tidak signifikan. Pengaruh disebutnya pada pembeli lokal, dan kelas menengah.
"Ada pengaruhnya tapi gak signifikanlah. Lagi-lagi kalau ada kebijakan biasanya yang kena pertama kelas menengah. Tapi pembeli kita kelas di atas Rp500 juta-Rp1 miliar, 50 persen dari luar Jogja, tentu ada dari Jogja juga," ujar Ilham.
















