Sleman, IDN Times - Penataan Malioboro diharapkan tidak mengubah ciri khas kawasan yang menjadi pusat wisata Kota Yogyakarta. Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM) berharap relokasi pedagang kaki lima (PKL), kawasan Malioboro, tidak mengubah wujud seperti kawasan jalur pedestrian di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Kepala Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM Prof Janianton Damanik, mengkhawatirkan sisi kiri dan kanan Jalan Malioboro kelak dihiasi oleh bangunan pencakar langit laiknya kawasan jalur pedestrian di Jalan Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat.
"Harus dijamin Malioboro tidak berubah sosok seperti (jalur pedestrian) di Jalan MH Thamrin di Jakarta sana yang ada gedung-gedung pencakar langit di sisi kanan kiri jalan," kata Janianton Damanik dikutip Antara, Rabu (2/2/2022).
