Puluhan Siswa PAUD hingga SD di Kulon Progo Diduga Keracunan MBG

- Sampel makanan dan muntahan diuji di lab untuk mengetahui penyebab keracunan siswa.
- Ribuan paket dan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) disalurkan ke sekolah penerima sebelum distribusi dihentikan sementara.
- Bupati Kulon Progo menyatakan sekitar 87 anak yang diduga keracunan sudah mendapatkan penanganan medis.
Kulon Progo, IDN Times – Puluhan siswa dari PAUD, TK, hingga SD diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan pada Selasa (20/1/2026). Para siswa awalnya mengalami gejala pusing hingga diare.
Total ada sekitar 87-an siswa yang mengalami gejala pusing, mual, muntah, dan diare diduga keracunan MBG. Sejak sore hingga malam hari, para siswa tersebut mendatangi sejumlah fasilitas kesehatan terdekat, seperti RSUD Nyi Ageng Serang, Puskesmas Sentolo, dan RS Queen Latifa, untuk mendapatkan penanganan medis.
1. Sampel makanan dan muntahan diuji di lab
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Susilaningsih menyebut pihaknya telah mengambil sampel makanan yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengirim MBG. Termasuk msampel muntahan siswa telah diambil. Sampel tersebut dikirim ke Balai Laboraturium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Yogyakarta.
“Hasilnya nanti memang agak lama, dua sampai tiga hari atau lebih. Kita menunggu hasil BLKK, apakah ada bakteri atau tidak. Yang dikirim sampel muntahan dan sisa makanan di SPPG. SPPG kan ada SOP setiap makanan dikirim ke sekolah itu mereka menyimpan,” ungkap Susilaningsih di Puskesmas Sentolo I, Selasa (20/1/2026) malam.
2. Ribuan paket dan menu yang disajikan

Sementara itu, Kepala SPPG Kaliagung Kulon Progo, Satriya Dicky, mengatakan pihaknya menyalurkan sebanyak 2.506 paket MBG ke sekolah penerima di wilayah Kapanewon Sentolo. SPPG ini diketahui telah beroperasi sejak 18 November 2026.
Terkait kejadian ini, Satriya mengaku baru mengetahui dugaan keracunan setelah mendapat informasi dari Puskesmas Sentolo. “Kami belum mendapat info dari PIC sekolah. Kami tahu setelah ada telepon dari Puskesmas Sentolo I, ada siswa yang mual dan mengalami gejala tersebut,” ujarnya.
Adapun menu yang disajikan saat itu, terdiri dari nasi, lauk nabati berupa telur kukus saus asam manis, sayur tumis buncis wortel, serta buah anggur. Pasca kejadian tersebut distribusi MBG dihentikan sementara. “Arahan terakhir belum operasional. Menunggu hasil uji lab,” ungkapnya.
3. Bupati sebut siswa keracunan sudah ditangani
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyatakan sekitar 87 anak diduga mengalami keracunan akibat MBG dan seluruhnya telah mendapatkan penanganan dari fasilitas kesehatan. “Semua sudah tertangani, kesigapan faskes,” kata Agung.
















