Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Sleman Tangkap Tersangka Pelaku Pembacokan Peserta Tes CPNS
Polisi berhasil menangkap tiga pelaku pembacokan terhadap dua orang peserta tes CPNS di Balecatur, Gamping, Sleman, Jumat (25/10/2024) dini hari. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)
  • Polisi berhasil menangkap 3 pelaku pembacokan terhadap peserta tes CPNS di Sleman
  • Ketiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan memiliki peran berbeda-beda dalam penyerangan
  • Motif penyerangan adalah salah sasaran karena para pelaku mengira korban sebagai 'mata-mata'
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Polisi berhasil menangkap tiga pelaku pembacokan terhadap dua peserta tes CPNS di Balecatur, Gamping, Sleman, Jumat (25/10/2024) dini hari.

Ketiga pelaku yang telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka adalah LY (37), SA (33), dan JT (28). Ketiganya teridentifikasi sebagai warga Sleman.

1. Tiga orang masih buron

Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Kapolsek Gamping AKP Sandro Dwi Rahadian menuturkan, ketiga pelaku berhasil diamankan pada Sabtu (26/10/2024) lalu setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan.

Menurut Sandro, ketiga tersangka memiliki peran berbeda-beda. SA berperan sebagai joki motor, LY melakukan pembacokan menggunakan golok kepada korban MP, sedangkan JT menganiaya kedua korban dengan tangan kosong.

"Kita masih melakukan pengejaran terhadap tiga orang, inisialnya GL, AT dan RG," kata Sandro di Mapolsek Gamping, Sleman, Rabu (30/10/2024).

"Mereka ini memang satu komplotan dan salah satunya residivis baru keluar penjara, itu JT. Selama ini meresahkan di Gamping," sambung Sandro.

2. Dua korban salah sasaran, dikira mata-mata

Ilustrasi bacok. (IDN Times/Mardya Shakti)

Sandro pun mengungkap motif penyerangan terhadap korban BSM dan MP, yang menurutnya adalah salah sasaran.

Menurut Sandro, para pelaku mengira kedua korban yang melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Wates, Balecatur, Gamping, Sleman adalah 'mata-mata'. Pasalnya pada Selasa (22/10/2024), tersangka JT melakukan penganiayaan terhadap seseorang berinisial IK karena masalah utang-piutang. JT dan rekan-rekannya lalu mendengar rumor bahwa IK berniat membalas dendam.

"Motif mereka ini salah sasaran menurut pengakuan mereka, awalnya direncanakan akan bertemu, akan melaksanakan pengejaran terhadap musuhnya. Kemudian di tengah jalan karena melihat ada dua orang di jalan, dikira mata-matanya langsung dikejar dan dilakukan pembacokan. Hasil pemeriksaan pada saat kejadian pelaku dalam kondisi mabuk miras,” papar Sandro.

3. Salah satu korban alami lumpuh separuh badan

foto hanya ilustrasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Sementara, korban BSM akibat peristiwa ini mengalami luka parah berupa luka bacok sepanjang 10 sentimeter pada bagian tengkuk, lalu luka terbuka di punggung sepanjang 2 sentimeter, serta luka sobek pada siku tangan kiri sekitar 3 sentimeter.

Editorial Team

Related Article