Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Berangkat Tes CPNS, 2 Remaja Jadi Korban Pembacokan di Sleman

Ilustrasi bacok. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi bacok. (IDN Times/Mardya Shakti)
Intinya sih...
  • Dua remaja di Sleman diserang saat menuju tes CPNS, mengalami luka-luka dan menjalani operasi.
  • Peristiwa terjadi saat keduanya berboncengan sepeda motor dari Pemalang menuju Bantul, dipepet tiga sampai empat sepeda motor di Simpang Tiga Gamol.
  • Kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping setelah kejadian, pihak keluarga belum membuat laporan resmi kepolisian.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Dua remaja diduga menjadi korban penyerangan saat berangkat menuju lokasi tes CPNS, Jumat (25/10/2024) dini hari.

BSM dan MP diserang menggunakan senjata tajam di Balecatur, Gamping yang memgakibatkan keduanya menderita luka-luka hingga menjalani operasi.

 

1. Berangkat tes CPNS, dipepet tiga motor dan dibacok

ilustrasi CPNS (freepik.com/syarifahbrit)
ilustrasi CPNS (freepik.com/syarifahbrit)

Kapolsek Gamping, AKP Sandro Dwi Rahadian menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi mata serta pihak keluarga, peristiwa terjadi saat keduanya berboncengan sepeda motor dari Pemalang, Jawa Tengah menuju Bantul untuk mengikuti tes CPNS. "Dia (korban) rencana mau tes CPNS, pagi ini tes," kata Sandro.

Sandro menuturkan, saat keduanya melintasi Jalan Wates, tepatnya di Simpang Tiga Gamol sekitar pukul 00.15 WIB, dipepet sebanyak tiga sampai empat sepeda motor. BSM dan MP mencoba menjauh dan berusaha mencari tempat ramai hingga Pasar Balecatur.

"Akhirnya ke pasar itu dan menabrak buk (beton), akhirnya lari. Yang satu mengarah ke barat pasar, satunya ke ada orang jual sate, sudah kita mintai keterangan, karena itu keterangan dari warung sate. Nah di situlah terjadi pembacokan dari pelaku," jelas Sandro.

Sementara, lanjut Sandro, korban yang mencoba kabur ke arah barat pasar juga menjadi sasaran penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam.

"(Saat penganiayaan) warga ada di situ, cuma karena tahu pelaku membawa sajam, warga juga kabur. Kalau penjual sate diam di situ, enggak berani karena pelaku membawa sajam," tuturnya.

2. Masih dioperasi, korban belum bisa dimintai keterangan

Ilustrasi kesehatan rumah sakit (pexels.com/Pixabay)
Ilustrasi kesehatan rumah sakit (pexels.com/Pixabay)

Pascakejadian, menurut Sandro, kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman.

"Setelah kita datang ke TKP, kita selamatkan korban dulu karena korban kondisi luka lumayan berat. Akhirnya anggota Polsek inisiatif amankan korban, menuju ke rumah sakit PKU," ungkapnya.

Sandro menekankan, pihaknya belum bisa memastikan detail peristiwa ini karena baru diperoleh dari saksi mata, termasuk keluarga korban. Pasalnya, menurut Sandro, kedua korban masih menjalani operasi sehingga belum bisa dimintai keterangan secara langsung.

"Kita belum bisa pastikan faktanya seperti apa karena belum mendapat keterangan langsung lewat korban, dua korban ini sedang dioperasi. Kalau dari keluarga korban (dan saksi mata) ya yang disampaikan (kronologi) kurang lebih seperti itu," kata Sandro

3. Polisi terus dalami masalah sembari menunggu keluarga buat laporan

Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Sandro menambahkan, pihak keluarga korban saat ini belum membuat laporan resmi kepolisian. "Kita arahkan untuk membuat laporan polisi. Dari keluarga korban memang rencana (lapor), tapi menunggu selesai operasi, di samping nunggu kita mencari. Artinya masih didalami. Ini atensi kita bersama," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us