Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polda DIY Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di STMM Yogyakarta

Polda DIY Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di STMM Yogyakarta
Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)(Instagram/poldadiy)
Share Article

Sleman, IDN Times - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memgaku telah menerima laporan terkait kasus dugaan pelecehan seksual bermodus rekam toilet yang terjadi di Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta.

"Sudah (ada laporan resmi kepolisian)," kata Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol FX Endriadi di Mapolda DIY, Sleman, Selasa (5/9/2023).

 

1. Mulai usut dugaan kasus

Wadir Reskrimsus Polda DIY AKBP FX Endriadi. IDN Times/Tunggul Damarjati
Wadir Reskrimsus Polda DIY AKBP FX Endriadi. IDN Times/Tunggul Damarjati

Hanya saja, Endriadi masih enggan membeberkan sosok pelapor dalam dugaan kasus pelecehan seksual tersebut. Dia hanya mengatakan saat ini Polda DIY telah melakukan penyelidikan.

"Kita sudah melakukan penyelidikan, kan itu ada di media sosial. Nanti datanya kita sampaikan," imbuh Endriadi.

2. Tim pencari fakta telusuri kebenaran

Ketua Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta Noor Iza (IDNTimes/Tunggul Damarjati)
Ketua Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta Noor Iza (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Sementara itu Ketua Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta Noor Iza mengatakan pihaknya masih menelusuri dugaan pelecehan seksual bermodus pasang kamera toilet yang terjadi di kampusnya.

"Kalau kami sudah menelusuri, nanti kan tinggal tindak lanjutnya. Kalau mau menanyakan satu per satu kan untuk lebih clear-nya harus menelusuri dulu," kata Noor saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (4/9/2023).

Noor mengatakan, tim kemahasiswaan STMM Yogyakarta telah menerima aduan dari sejumlah mahasiswi menyangkut adanya dugaan pelecehan seksual. Ia tak mengingat secara pasti jumlah terduga korban atau pelapor dalam dugaan peristiwa ini. Namun, dia menyebut pihak kampus sejauh ini secara intensif memintai keterangan dari satu orang.

"Mungkin empat orang (pelapor), tapi yang saya lihat yang saya cek ini betul-betul fokus dua orang. Satu orang lah sebetulnya. Satu orang lagi pendampingnya. Artinya, itu secara technical saya masih bisa mendalami," paparnya.

3. Pelaku diduga mahasiswa

Ilustrasi toilet (Pexels.com/Hafidz Alifuddin)
Ilustrasi toilet (Pexels.com/Hafidz Alifuddin)

Noor sempat membenarkan bahwa sosok terduga pelaku atau terlapor dalam dugaan kasus ini berstatus mahasiswa. Katanya, pemeriksaan belum mengarah kepada terduga pelaku lantaran tahapan bergantung pada proses penelusuran kampus.

"Jangan sampai menuduh orang yang tidak salah, itu bahaya," ucapnya.

Noor menyebut seluruh penanganan dugaan peristiwa ini digarap oleh tim pencari fakta dari internal kampus. "Tim yang dibentuk juga akan melakukan pendampingan yang dibutuhkan bagi mahasiswa yang mengalami kejadian," imbuhnya.

4. Modus rekam pengguna toilet

Ilustrasi media sosial (pexels.com/PhotoMIX Ltd.)
Ilustrasi media sosial (pexels.com/PhotoMIX Ltd.)

Sebelumnya, BEM STMM Yogyakarta melalui Instagram mereka @bemstmmyk, Kamis (31/8/2023) mengungkap adanya dugaan aksi pelecehan seksual di kampus.

Akun tersebut menuliskan bahwa peristiwa ini terjadi pada Rabu (28/8/2023), di toilet Gedung Sociocultural kampus STMM Yogyakarta.

"Ada beberapa oknum yang merekam secara tidak bertanggungjawab di dalam toilet perempuan Gedung Sociocultural," tulis akun itu pada unggahannya.

Aksi oknum itu, dikatakan telah memakan korban sebanyak 4 orang. Tidak dijelaskan secara rinci siapa mereka.

"Aksi tersebut sudah memakan korban sebanyak 4 orang," lanjut unggahan tersebut.

Salah seorang perwakilan BEM menyebut kasus ini sekarang telah ditangani oleh pihak kampus. BEM belum bisa memberikan informasi lanjutan dan akan menyampaikannya lewat sebuah press release.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Imigrasi Cegah Keberangkatan 13 Jemaah Haji Ilegal di YIA

31 Mei 2026, 16:25 WIBNews