Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Percepat Waktu Pengerjaan, Fadli Zon Dorong Pemugaran Candi Pakai AI

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mendorong optimalisasi pemanfaatan kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) dalam proses pemugaran candi di Indonesia agar lebih cepat
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mendorong optimalisasi pemanfaatan kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) dalam proses pemugaran candi di Indonesia agar lebih cepat. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)
Intinya sih...
  • Pemugaran candi memakan waktu lama
  • Pemanfaatan teknologi modern untuk pemugaran lebih cepat dan efisien
  • Dorong pelibatan siswa SMK bangunan dalam proses pemugaran
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Klaten, IDN Times - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mendorong optimalisasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses pemugaran candi di Indonesia agar lebih cepat dan efisien, tanpa mengabaikan kaidah pelestarian cagar budaya.

Pernyataan itu disampaikan Fadli Zon saat peresmian tahap pertama pengembangan atau penataan lanskap situs Candi Plaosan, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (21/1/2026). Penataan ini mencakup penyediaan sarana penunjang pelayanan publik seperti area parkir, pintu masuk, dan fasilitas toilet.

1. Saat ini pemugaran butuh waktu lama

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mendorong optimalisasi pemanfaatan kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) dalam proses pemugaran candi di Indonesia agar lebih cepat.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mendorong optimalisasi pemanfaatan kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) dalam proses pemugaran candi di Indonesia agar lebih cepat. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Fadli menilai, metode konvensional yang selama ini digunakan untuk pemugaran satu candi kecil pendamping atau perwara, dapat memakan waktu hampir setahun. Sebagai contoh, pemugaran perwara di Candi Prambanan memakan waktu 11 bulan.

"Bisa dibayangkan butuh berapa lama memugar 200 lebih perwara di kompleks candi Hindu tersebut. Karena saya melihat Prambanan (pemugaran) perwaranya puluhan tahun enggak selesai. Kalau pakai teknik sekarang mungkin kita masih nunggu 50 tahun lagi juga belum selesai ya," kata Fadli.

2. Pemanfaatan teknologi modern agar proses pemugaran bisa lebih cepat dan efisien

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mendorong optimalisasi pemanfaatan kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) dalam proses pemugaran candi di Indonesia agar lebih cepat.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mendorong optimalisasi pemanfaatan kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) dalam proses pemugaran candi di Indonesia agar lebih cepat. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Dengan alasan itu, Fadli mendorong adanya terobosan dengan memanfaatkan teknologi modern agar proses pemugaran bisa lebih cepat dan efisien.

"Nah, kita membutuhkan sebenarnya tenaga pemugar yang cepat. Karena kalau tidak, ini bisa puluhan tahun nih kayak begini. Saya katakan nih kalau bisa dua tahun selesai gitu ya, dengan teknologi gitu ya. Jadi bukan hanya istilahnya itu susun coba. Cobalah kita pakai teknologi, kalau perlu pakai AI ya," ujar Fadli.

Ia menjelaskan, teknologi komputer dan AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses penyusunan batu candi yang saat ini masih berserakan. Dengan pendekatan tersebut, waktu pemugaran dinilai bisa dipangkas secara signifikan.

"Menurut saya nih bisa dua bulan, sebulan mungkin Jangan-jangan bisa satu perwara kalau kita pakai teknologi. Untuk apa kita menemukan teknologi komputer, apalagi sekarang sudah AI ya, tinggal menyusun puzzle batu-batu yang ada," ujarnya.

Meski demikian, Fadli menegaskan pemugaran tetap mengikuti aturan dan kaidah pelestarian cagar budaya. Ia menyebut dalam praktik pemugaran tidak mungkin sepenuhnya menggunakan artefak lama maupun sepenuhnya batu baru.

"Ya saya kira di dalam pemugaran itu tidak bisa sepenuhnya mungkin ada artefak yang 100 persen lama, dan tidak bisa juga 100 persen baru. Jadi ini gabungan," kata politikus Gerindra itu.

3. Dorong pelibatan siswa SMK bangunan

Selain pemanfaatan teknologi, Fadli juga mendorong pelibatan generasi muda dalam proses pemugaran, termasuk melalui pelatihan dan workshop bagi siswa SMK bangunan serta tenaga ahli batu. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat revitalisasi Candi Plaosan, sekaligus menciptakan regenerasi tenaga pemugar.

"Itu bisa diberikan workshop, mungkin juga dengan tenaga-tenaga tukang, kenek (asisten tukang), pasti kan mereka ini jago-jago, yang ahli-ahli batu, bisa dilibatkan untuk workshop tentang pemugaran," saran Fadli.

Pemugaran Candi Plaosan diharapkan tidak hanya menjaga warisan budaya masa lalu, tetapi juga menjadikannya destinasi wisata budaya, sejarah, religi, hingga kuliner yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Percepat Waktu Pengerjaan, Fadli Zon Dorong Pemugaran Candi Pakai AI

22 Jan 2026, 15:26 WIBNews