Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyidik Gakkumdu Bantul Datangi Rumah Salah Satu Ketum Parpol

Penyidik Gakkumdu Bantul Datangi Rumah Salah Satu Ketum Parpol
Ilustrasi Pilkada 2024. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wasesa)
Intinya Sih
  • Penyidik Gakkumdu Pilkada Bantul 2024 mendatangi ketua partai politik S terkait dugaan pencemaran nama baik dan hoaks.
  • S mengakui adanya penyidik Gakkumdu yang datang ke kediamannya terkait laporan pencemaran nama baik, namun ia hanya mengirim voice note kepada satu orang.
  • Calon bupati Bantul, Joko Purnomo tidak mempermasalahkan isi voice note yang menyebut namanya, mengaku tak ingin menakuti masyarakat dengan melapor ke Bawaslu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bantul, IDN Times - Penyidik Gakkumdu Pilkada Bantul 2024 mendatangi S, salah satu ketua partai politik di Bantul pada Rabu (16/10/2024). Kedatangan itu untuk mengusut kasus dugaan pencemaran nama baik dan hoaks yang dilaporkan tim hukum pasangan calon (paslon) cabup-cawabup Bantul nomor urut 2, Abdul Halim Muslih dan Aris Suharyanta.

Kedatangan penyidik Gakkumd ke kediaman S karena yang bersangkutan mangkir dari pemanggilan kedua Bawaslu Bantul pada Rabu (16/10/2024) siang.
S mengakui adanya penyidik Gakkumdu yang datang ke kediamannya. Mereka meminta keterangan atau klarifikasi terkait dengan laporan pencemaran nama baik yang dilaporkan.

"Mereka bertiga datang mengaku dari Gakkumdu Pilkada Bantul. Saya tidak tahu apakah mereka polisi semua atau ada jaksanya," katanya, Kamis (17/10/2024).

 

 

 

1. Beri klarifikasi isi voice note

Ilustrasi bendera partai politik. IDN Times/ Bendera Parpol peserta Pemilu 2024
Ilustrasi bendera partai politik. IDN Times/ Bendera Parpol peserta Pemilu 2024

S mengatakan sudah memberikan klarifikasi isi voice note (VN) yang isinya diduga terdapat pencemaran nama baik dan hoaks. Ia mengaku sama sekali tidak menyebar voice note tersebut kepada orang lain dan hanya ditujukan kepada satu orang yang merupakan anggota partai salah satu pengusul paslon bupati dan wakil bupati Bantul nomor urut 2.

"VN itu saya tujukan kepada satu orang dan sudah lama. VN itu hampir tiga menit dan saat dikirim belum ada penetapan cabup-cawabup oleh KPU Bantul," jelasnya.

2. Penerima voice note diminta klarifikasi

ilustrasi berselancar di media sosial (pexels.com/Anton)
ilustrasi berselancar di media sosial (pexels.com/Anton)

S meminta temannya yang dikirimi voice note harus memberikan klarifikasi. Tujuannya, agar semuanya menjadi jernih permasalahannya. "Kalau merasa tidak menyebarkan voice note itu ya harus memberi klarifikasi. Wong saya jelas tidak menyebarkan voice note itu kok," jelasnya.

3. Hormati aspirasi warga

Ilustrasi Pilkada 2024. (Dok. IDN Times)
Ilustrasi Pilkada 2024. (Dok. IDN Times)

Sementara itu calon bupati Bantul, Joko Purnomo yang namanya disebut dalam voice note mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut. Ia menghormati aspirasi setiap warga Bantul dan tidak ingin menakuti masyarakat dengan melapor ke Bawaslu.

"Kalau saya santai saja, pilkada harus membuat rakyat senang, gembira tanpa takut suaranya dibungkam. Kami Ndak baperan, kita fokus bagaimana caranya memenangkan pilkada. Kita ndak mau nambah pekerjaan Bawaslu yang tugasnya sudah banyak," ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hironymus Daruwaskita
EditorHironymus Daruwaskita

Latest News Jogja

See More