Gunungkidul, IDN Times - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak di Kabupaten Gunungkidul terus mengalami peningkatan.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, mengintensifkan vaksinasi dan penyemprotan disinfektan di beberapa wilayah untuk mengendalikan PMK pada hewan ternak di wilayah itu agar tidak meluas.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, mengatakan berdasarkan pendataan terbaru tercatat 42 sapi mati dengan indikasi PMK dan 415 sapi lainnya dinyatakan sebagai suspek PMK.
"Penyebaran penyakit ini sudah ditemukan hampir di seluruh kapanewon," katanya.
