Yogyakarta, IDN Times - Sebuah unggahan dari akun Instagram @merapi_uncover mengungkap dugaan penipuan berkedok sosialisasi TOEFL yang menyasar ratusan siswa saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di salah satu sekolah di Yogyakarta. Insiden itu terjadi pada Jumat (17/7/2026), ketika tiga kelas digabung dalam satu ruangan berisi sekitar 108 siswa untuk mengikuti sosialisasi tersebut.
Suasana disebut tegang sejak awal karena salah satu petugas diduga melontarkan intimidasi kepada para siswa. Oknum petugas itu juga mengklaim sertifikat TOEFL yang mereka tawarkan bisa menjamin kelulusan SMA hingga membantu jenjang karier di TNI maupun Polri, sekaligus mencatut nama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) dan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) agar terkesan resmi.
Untuk meyakinkan siswa, harga tes yang semula disebut Rp400 ribu didiskon bertahap hingga akhirnya dibulatkan jadi Rp100 ribu dengan batas waktu transaksi hanya 15 menit. Setelah ratusan siswa telanjur membayar, mereka baru sadar telah tertipu karena alamat pada kuitansi terbukti palsu dan tes yang diberikan ternyata bukan TOEFL resmi, melainkan tes EPT biasa.
Kasus ini pun menuai sorotan luas di media sosial dan sampai ke telinga Disdikpora DIY. Kepala Bidang Perencanaan dan Data Disdikpora DIY, Suci Rohmadi, buka suara dan menegaskan pihaknya tidak pernah memberikan izin atas sosialisasi tersebut.
"Disdikpora DIY tidak pernah memberikan izin, rekomendasi, atau kerja sama resmi dengan lembaga tersebut. Pencatutan nama Dikpora dan Polda adalah tindakan ilegal dan penyesatan informasi. Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan pihak sekolah untuk tidak mudah percaya pada oknum yang membawa nama dinas tanpa disertai Surat Tugas resmi yang dapat diverifikasi keasliannya,” ungkap Suci pada Sabtu (18/7/2026) dilansir laman Pemda DIY.
