ilustrasi tes kolesterol (healthline.com)
Awal mula dimulainya pengembangan susu fermentasi penurun kolesterol ini dinyatakan berhasil mengisolasi L.casei strain AP dan AG dari saluran pencernaan bayi Indonesia yang hanya mengonsumsi air susu ibu (ASI). Dari uji in vitro kedua strain AP dan AG yang memiliki potensi sebagai probiotik ditandai dengan kemampuan perlekatan in vitro pada gastric mucin yang tinggi, serta memiliki kemampuan sintesis SCFA.
Uji kemampuan L.casei strain AP dan AG sebagai kultur starter fermentasi menunjukkan kemampuan penurunan pH susu dari 6.37 menjadi 4,27 dan 4,31 selama fermentasi 8 jam serta peningkatan jumlah sel L.casei strain AP dan AG. Hasil ini menunjukkan bahwa L. casei strain AP an AG yang diisolasi dari sistem pencernaan bayi dapat berperan sebagai kultur starter dalam fermentasi susu.
“Uji intervensi produk susu fermentasi probiotik pada responden pengidap obesitas selama 1 bulan mampu menurunkan total kolesterol, LDL dan trigliserida darah (unpublished). Karena kemampuannya dalam penurunan kolesterol darah maka produk susu fermentasi ini dinamai LowKol," katanya.