Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi. IDN Times/Tunggul Damarjati
Heroe merinci, 15 orang pemilik kontak erat itu terdiri dari 7 dari kategori anggota keluarga. Sementara 8 sisanya adalah rekan sesama pedagang.
Dari 15 orang pemilik kontak erat, kata Heroe, baru satu di antaranya yang sudah menjalani uji swab atau tes PCR. Orang tersebut merupakan salah seorang anggota keluarga yang sempat mengantar pedagang tersebut berobat ke puskesmas dan rumah sakit.
"Hari ini kita harapkan semakin banyak (swab) karena teman-teman di lapangan sedang berupaya. Karena yang diliburkan kan mencarinya agak susah," kata Heroe di Ruang Sadewa, Balai Kota Yogyakarta, Senin (7/9/2020).
Para pedagang di zona 3, yakni sepanjang Halte Transjogja 2–Suryatmajan di ruas timur dan barat pedestrian, memang sudah diminta libur dan melakukan isolasi mandiri sejak Sabtu (5/9/2020) lalu. Mereka masuk kategori pemilik kontak erat, lantaran berjualan berdekatan dengan pedagang terkonfirmasi COVID-19 tadi.
"Jadi masalah alamatnya, karena sudah kita liburkan sejak Sabtu pagi, otomatis perlu waktu untuk mengumpulkan mereka kembali. Supaya mereka secara sukarela mau dilakukan swab," ujar Heroe menegaskan.