Gunungkidul, IDN Times - Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada pegiat seni budaya, Dinas Kebudayaan Gunungkidul menggelar Malam Anugerah Kebudayaan Bupati Gunungkidul Tahun 2022 di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul, Kamis malam (10/11/2022). Penghargaan tersebut diberikan kepada individu yang telah berjasa dan berdedikasi tinggi dalam melestarikan kebudayaan daerah.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
10 Pegiat Seni di Gunungkidul Terima Penghargaan dari Bupati
Para pelaku seni di Gunungkidul menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Bupati Gunungkidul 2022. (Dok. Istimewa)
Take a Deeper Read
1. Anugerah kebudayaan tertinggi di Gunungkidul
Para pelaku seni di Gunungkidul menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Bupati Gunungkidul 2022. (Dok. Istimewa)
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Mantara, mengatakan penganugerahan penghargaan kebudayaan ini sudah menjadi agenda rutin. Anugerah ini diklaim menjadi anugerah kebudayaan tertinggi di Gunungkidul.
“Anugerah Kebudayaan Bupati Gunungkidul memang sudah agenda tahunan. Banyak pelaku pelestari, pelaku seni yang memang berhak mendapatkan apresiasi,” paparnya.
2. Ada 10 pelaku seni di Gunungkidul yang menerima penghargaan
Para pelaku seni di Gunungkidul menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Bupati Gunungkidul 2022. (Dok. Istimewa)
Mantara memaparkan, ada 10 pelaku seni yang menerima penghargaan, dibagi dalam dua kategori dewasa dan anak-anak. Mereka adalah pegiat, pelestari, dan pelaku seni di Gunungkidul.
Mereka adalah Nogati Sri Karyati, pelestari warisan budaya dan cagar budaya; Suti Rahayu, pelestari adat tradisi, bidang pengetahuan, kemahiran, dan teknologi tradisional (kuliner); Ki Sayogi, pelestari seni bidang seni musik (karawitan); dan Mbah Rejo Dimulyo, pelestari adat tradisi, bidang adat istiadat, tata kelola lingkungan, ritual, dan upacara adat (Kampung Pitu).
Lalu, Sartono, pelestari adat tradisi, bidang adat istiadat, tata kelola lingkungan, ritual dan upacara adat; dan Subardi, pelestari seni bidang seni pertunjukan (Seni Pedalangan).
Kemudian, di kategori Anak Berprestasi Bidang Kebudayaan ada Alif Nur Aziz, Daneswara Satya Swandaru, Danendra Bintang Ramadhan, dan Revalino Kenzi Wardani. Keempatnya bergerak dalam seni pedalangan.
“Proses pemberian penghargaan, telah melalui proses seleksi portofolio dan visitasi oleh dewan juri. Dalam visitasi, tim dewan juri juga melakukan verifikasi lapangan,” paparnya.
3. Penghargaan bagi mereka yang konsisten melestarikan kesenian
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta (setelan hitam) memberikan penghargaan Anugerah Kebudayaan Bupati Gunungkidul 2022. (Dok. Istimewa)
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mengatakan melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang arti penting sebuah apresiasi kepada para pelaku dan pelestari seni yang ada di Kabupaten Gunungkidul.
“Penghargaan ditujukan kepada mereka yang konsisten mempertahankan dan melestarikan karya-karya kesenian. Tentunya dengan seleksi dan penilaian yang sudah ditetapkan oleh dewan juri,” paparnya.
Setiap penerima penghargaan akan memperoleh uang tunai dan pin emas yang berbeda. Untuk kategori dewasa memperoleh uang pembinaan senilai Rp15 juta dan pin emas senilai Rp5 juta. Sementara kategori anak memperoleh uang pembinaan Rp3 juta dan pin emas senilai Rp2 juta.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- Atap SD Gunungkidul Runtuh Disdikpora DIY Minta Peninjauan Bangunan08 Nov 2022, 20:01 WIB
- Gunungkidul Kembali Salurkan Bibit Pisang Cavendish ke Petani24 Oct 2022, 11:40 WIB
Editorial Team
EditorPaulus Risang
Related Article
Sejarah Jalan Malioboro dan Arti Filosofi Ikon Wisata Jogja 07 Nov 2026, 11:45 WIB
Apa Itu Klitih di Jogja? Asal-Usul, Penyebab, dan Cara Pencegahan07 Nov 2026, 11:11 WIB
7.111 Penonton Ramaikan 4 Panggung Soundrenaline 2026 di Jogja06 Nov 2026, 21:55 WIB
Viral Ojol di Sleman Lempar Batu ke Ambulans, Ini Kronologinya 06 Nov 2026, 12:06 WIB
8 Ragam Pakaian Adat Jogja, Keindahan Budaya yang Memikat06 Nov 2026, 10:07 WIB
Korupsi Rp6,7 Miliar, Eks Pegawai Bank di Sleman Pakai Uang untuk Judol06 Nov 2026, 09:50 WIB
Tangan Usil, Pasien RS di Bantul Jadi Tersangka Pelecehan Seksual05 Nov 2026, 15:40 WIB
Dugaan Penggelapan Proyek Kodam di Palu, Polda DIY Proses Penyidikan05 Nov 2026, 15:29 WIB
Kenapa UMR Jogja Rendah? Ini 3 Alasannya05 Nov 2026, 13:31 WIB
OASE III PTKIN 2026 Digelar di UIN Jogja, Dorong Lahirnya Ilmuwan Baru05 Nov 2026, 09:55 WIB
Cuaca DIY 5 November 2026, Hujan Ringan di Yogyakarta dan Kulon Progo05 Nov 2026, 09:20 WIB
Sri Sultan Kritisi Rencana Perluasan Objek Pajak, Jangan Seperti VOC 05 Nov 2026, 07:55 WIB
Akses Pendidikan Belum Merata, UGM Sambut Peluang Kuliah di Eropa04 Nov 2026, 21:14 WIB
Dugaan Penyadapan Prabowo, Tensi Koalisi dan Krisis Jadi Sorotan04 Nov 2026, 20:20 WIB
Ada 1.000 Beasiswa ke Eropa, Mahasiswa Padati GIK Education Festival 202604 Nov 2026, 19:39 WIB
Kronologi Kecelakaan Mobil di Parkiran Amplaz, Pintu Kaca Mal Rusak04 Nov 2026, 18:42 WIB
Penurunan Foto Gibran di DPRD DIY Disebut Kehendak Rakyat04 Nov 2026, 15:53 WIB
Foto Gibran Dicopot dari Dinding Kantor Banggar DPRD DIY04 Nov 2026, 13:37 WIB
Menagih Janji Wali Kota Jogja Biayai Pengobatan Korban Aksi Demo04 Nov 2026, 07:28 WIB
Awan Tebal Selimuti Wilayah DIY 4 November 2026, Suhu Capai 30 Derajat04 Nov 2026, 07:16 WIB