Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

OASE III PTKIN 2026 Digelar di UIN Jogja, Dorong Lahirnya Ilmuwan Baru

Kota Yogyakarta
3 min read
OASE III PTKIN 2026 Digelar di UIN Jogja, Dorong Lahirnya Ilmuwan Baru
Pembukaan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 yang berlangsung pada 3–7 November 2026. (Dok. UIN Sunan Kalijaga)
  • UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi tuan rumah OASE III PTKIN 2026 pada 3–7 November, melibatkan 497 finalis dari 54 PTKIN yang berkompetisi di bidang agama, sains, dan riset.
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong mahasiswa melanjutkan pengembangan penelitian dan karya ilmiah setelah lulus, agar temuan mereka menjadi kekayaan intelektual bangsa serta memperkuat kontribusi Indonesia.
  • OASE diposisikan sebagai ruang pertukaran pengetahuan dan pembinaan talenta, dengan penekanan pada integrasi agama, sains, serta riset untuk melahirkan ilmuwan bertradisi penelitian kuat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi tuan rumah Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 yang berlangsung pada 3–7 November 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, sebagai upaya mendorong integrasi keilmuan, pengembangan riset, dan peningkatan daya saing akademik mahasiswa.

OASE III PTKIN 2026 mengangkat tema “Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi” dengan melibatkan 497 finalis dari 54 PTKIN di Indonesia. Para peserta berkompetisi dalam tiga bidang, yakni agama, sains, dan riset, sebagai bagian dari pengembangan kemampuan akademik mahasiswa di bidang keagamaan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

  1. Menag dorong mahasiswa terus kembangkan karya ilmiah

    Menteri Agama Nasaruddin Umar berdiri di tengah seusai pembukaan OASE III PTKIN 2026, Rabu, 4 November 2026.
    Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar (tengah), usai pembukaan OASE III PTKIN 2026, Rabu (4/11/2026). (IDN Times/Paulus Risang)

    Nasaruddin mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan hasil penelitian dan karya ilmiah meskipun telah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, temuan mahasiswa berpotensi menjadi kekayaan intelektual bangsa sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

    “Kita berharap bibit-bibit unggul yang selama ini kita persiapkan di perguruan tinggi menampilkan temuan-temuannya, yang mungkin akan lebih disempurnakan setelah menjadi alumni,” ujarnya dalam sesi doorstop dengan media seusai pembukaan OASE III PTKIN 2026 di Gedung Prof. Amin Abdullah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu sore.

    Ia berharap pengembangan karya tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia di berbagai bidang, khususnya sains dan riset. “Itu diharapkan akan menjadi kekayaan bangsa kita untuk mengorbitkan Indonesia sebagai satu bangsa yang diperhitungkan dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang sains dan riset,” katanya.

  2. Pentingnya integrasi agama, sains, dan riset

    Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhaidi Hasan menyampaikan sambutan pada pembukaan OASE III PTKIN 2026.
    Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, pada pembukaan OASE III PTKIN 2026, Rabu (4/11/2026). (Dok. UIN Sunan Kalijaga)

    Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, mengatakan OASE tidak hanya berorientasi pada pencapaian medali, tetapi juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengembangan potensi mahasiswa dari 54 PTKIN. Pertemuan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi bagi bangsa maupun dunia.

    Menurutnya, kompetisi dalam OASE menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan sekaligus memperkenalkan gagasan dan karya ilmiah kepada komunitas akademik yang lebih luas. Ia juga menilai integrasi agama, sains, dan riset semakin penting di tengah perkembangan teknologi serta transformasi digital.

    “Sains membantu kita memahami alam, teknologi memperluas kemampuan manusia, dan riset menghasilkan pengetahuan baru. Sementara itu, agama memberikan landasan kritis dan spiritual tentang makna kehidupan, dan tanggung jawab manusia dalam menggunakan pengetahuan,” ucapnya.

  3. Lahirkan ilmuwan-ilmuwan baru

    Suasana pembukaan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset OASE III PTKIN 2026 yang berlangsung pada 3–7 November 2026.
    Pembukaan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 yang berlangsung pada 3–7 November 2026. (IDN Times/Paulus Risang)

    Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Amien Suyitno, menyebut OASE III PTKIN 2026 sebagai ruang pertemuan akademik yang menunjukkan potensi PTKIN. Menurutnya, pemisahan OASE dari Pekan Ilmiah, Olahraga, dan Seni memberikan ruang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa di bidang sains dan riset.

    Ia menjelaskan, OASE pertama digelar di Aceh pada 2021 secara daring karena pandemi COVID-19. Ajang kedua berlangsung di DKI Jakarta pada 2023, sedangkan penyelenggaraan ketiga mempertemukan para peserta di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membina talenta mahasiswa PTKIN agar dapat berkembang secara optimal.

    Amien berharap OASE dapat melahirkan generasi ilmuwan yang menguasai ilmu agama sekaligus sains dan memiliki tradisi penelitian yang kuat. “OASE mencita-citakan lahirnya Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd baru, generasi yang mendalami ilmu agama sekaligus menguasai sains dan tekun meneliti. Kalian dipersiapkan untuk meneruskan tradisi keilmuan yang melahirkan karya berpengaruh dan bermanfaat lintas generasi,” ungkapnya.

Related Articles

See More