Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pasangan Harda-Danang Copoti APK yang Dinilai Diskriminasikan Gender

Pasangan Harda-Danang Copoti APK yang Dinilai Diskriminasikan Gender
Ilustrasi Pilkada (IDN Times/Mardya Shakti)
Intinya Sih
  • Spanduk kampanye pasangan calon bupati-wakil bupati Sleman nomor urut 2 viral di media sosial karena dianggap seksis dan mendiskriminasi gender serta agama.
  • Danang Maharsa membantah ada instruksi dari timnya untuk memasang spanduk dengan tulisan tersebut, dan mengaku belum mengetahui siapa yang memasangnya.
  • Pihak Danang telah memerintahkan tim untuk mencopot seluruh spanduk yang dianggap seksis, serta mengambil pelajaran agar kelompok relawan berkoordinasi dengan timnya untuk kegiatan selanjutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sleman, IDN Times - Alat peraga kampanye (APK) milik pasangan calon bupati-wakil bupati Sleman 2024 nomor urut 2, Harda Kiswaya-Danang Maharsa viral di media sosial.
Spanduk tersebut viral dan banyak menuai kecaman lantaran dianggap seksis atau mendiskriminasi gender hingga kapitalisasi agama.

1. Milih imam kok wedok, kudune lanang

ilustrasi media sosial (pexels.com/Magnus Mueller)
ilustrasi media sosial (pexels.com/Magnus Mueller)

Dalam foto yang diunggah di media sosial, spanduk itu dianggap seksis karena bertuliskan 'Milih Imam (Pemimpin) Kok Wedok, Jangan Ya Dik Ya! - Imam (Pemimpin) Kudu Lanang'.

Tulisan itu diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berbunyi, "Memilih Imam (Pemimpin) Kok Perempuan, Jangan Ya Dik Ya! - Imam (Pemimpin) Harus Laki-laki'.

2. Harda-Danang membantah, klaim hormati perempuan

Pasangan Bakal Calon Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dan Bakal Calon Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mendaftarakan diri maju Pilkada Sleman, di Kantor KPU Sleman, Kamis (29/8/2024). (Dok. Istimewa)
Pasangan Bakal Calon Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dan Bakal Calon Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mendaftarakan diri maju Pilkada Sleman, di Kantor KPU Sleman, Kamis (29/8/2024). (Dok. Istimewa)

Calon wakil bupati nomor urut 2, Danang Maharsa membantah ada instruksi dari timnya untuk memasang spanduk kampanye dengan tulisan itu.

"Nggak adalah, pemikiran sedikitpun terkait dengan perkataan itu. Kita sangat menghormati perempuan, saya saja punya anak dua perempuan, kok malah melecehkan kan gitu. Kan nggak mungkin," kata Danang saat dihubungi, Kamis (17/10/2024).

"Kita sbenarnya selama ini dengan data-data kegiatan kita yang ada, kita selalu aktif dan selalu dekat dengan pemilih kaum perempuan, bisa dicek dengan media kita. Selama ini juga melakukan pendekatan dengan perempuan," ujarnya.

Danang pun mengaku belum mengetahui siapa yang memasang spanduk tersebut. Ia menyatakan kelompok relawannya cukup banyak, sehingga sulit mengontrol satu per satu.

"Akhir-akhir ini kan banyak sekali relawan yang mau mendukung dan merapat ke kita. Lah saking banyaknya itu kita kadang nggak menelaah satu-satu relawan itu darimana, koordinatornya siapa. Ini kan kita baru cari, karena selama ini kita tidak pernah memerintahkan melakukan pembuatan (spanduk) seperti itu," tegasnya.

Danang tak menutup kemungkinan atau indikasi bahwa pemasangan ini merupakan salah satu cara untuk menjatuhkan citra Harda-Danang. "Kita juga kaget. Artinya, kita mencari ini siapa, entah relawan kita atau ada pihak-pihak atau indikasi-indikasi yang mau menjatuhkan," ungkapnya.

3. Sudah dicopot, minta relawan koordinasi

Ilustrasi Pilkada 2024.
Ilustrasi Pilkada 2024.

Danang memastikan pihaknya telah memerintahkan tim untuk mencopot seluruh spanduk-spanduk seksis tersebut.
"Sudah, sudah. Kalau terkait itu dari kemarin kita sudah bersihkan, sudah kita perintahkan untuk membersihkan semuanya, di mana pun itu dipasang," ujar Danang.

Danang mengatakan kejadian ini bisa dijadikan pelajaran agar ke depan kelompok relawannya berkoordinasi dengan timnya untuk setiap kegiatan yang dilakukan.

"Jadi pembelajaran semua relawan, saya sebenarnya matur nuwun lah saking banyaknya relawan yang membantu kita, kita apresiasi, kita hormati. Tapi ini nanti selanjutnya harap untuk bisa komunikasi dengan timses kami, khususnya yang bertanggungjawab terhadap relawan untuk mengomunikasikan semua kegiatan dan akan melakukan pemasangan apapun," jelasnya.

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More