Objek wisata Tlogoputri di Kaliurang, Sleman. (IDN Times/ Siti Umaiyah)
Wawan memaparkan, kerugian yang dirasakan pelaku pariwisata di Kabupaten Sleman, sudah dirawakan sejak awal Maret. Penurunan pendapatan sudah mencapai 40 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan di bulan April pelaku usaha tidak mendapatkan pendapatan.
Menurut Wawan, dari hasil survei yang dilakukan oleh Kadin Sleman bersama dengan ISE (Ikatan Sarjana Ekonomi), pelaku wisata yang mulai kesulitan untuk bertahan hidup hingga akhirnya memilih beralih ke sektor usaha lain, salah satunya berbisnis makanan.
"Berdasarkan survei yang kami lakukan, pelaku wisata memperkirakan kondisi seperti ini akan berlangsung hingga Agustus. Jika di bulan Mei kondisi masih tetap belum bisa jalan, mereka akan kehabisan dana," terang Wawan pada Senin (1/6).