Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pakar UGM Minta Masyarakat Tidak Khawatir Berlebihan Terhadap Varian Lokal B14662 dan B1470

Pakar UGM Minta Masyarakat Tidak Khawatir Berlebihan Terhadap Varian Lokal B14662 dan B1470
Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Sleman, IDN Times - Ketua Pokja Genetik FK-KMK UGM, Gunadi meminta masyarakat tidak berlebihan mengkhawatirkan kemunculan beberapa varian baru SARS CoV-2 lokal.

Gunadi menyebutkan beberapa varian yang ditemukan di Indonesia, dua di antaranya yakni B14662 dan B1470 sejauh ini tidak masuk dalam klasifikasi varian baru COVId-19 yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

1. Varian B14662 dan B1470 sejauh ini tidak masuk dalam klasifikasi WHO

Ilustrasi tenaga kesehatan (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Ilustrasi tenaga kesehatan (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Secara umum menurutnya varian corona oleh WHO dibagi menjadi tiga klasifikasi. Meliputi Variant Under Investigation, Variant of Interest serta Variant of Concern, di mana yang paling diwaspadai adalah Variant of Concern.

Gunadi menjelaskan dalam menentukan klasifikasi tersebut terdapat tiga hal yang dinilai. Pertama kemampuan transmisi atau penularan antar manusia. Kedua pengaruh terhadap derajat keparahan atau kematian pasien COVID-19. Ketiga pengaruh terhadap imun ataupun vaksin. Untuk varian lokal tersebut tidak masuk dalam tiga kriteria WHO. 

"Dia tidak masuk ke tiga kriteria WHO. Baik Under Investigation, Variant of Interest, Variant of Concern. Karena mungkin dia tidak memenuhi tiga syarat," ungkapnya pada Rabu (26/5/2021).

2. Yang paling penting diwaspadai adalah level Variant of Concern

ilustrasi ruang isolasi (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)
ilustrasi ruang isolasi (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)

Saat ini virus SARS CoV-2 dalam satu bulan bisa bermutasi 2 hingga 3 varian. Lantaran banyaknya varian tersebut, yang paling penting untuk diwaspadai adalah varian yang sudah masuk dalam level Variant of Concern. Setidaknya terdapat 4 atau 5 varian di dunia yang sudah masuk dalam kriteria ini. Di antaranya varian Inggris, Afrika Selatan, Brazil dan India.

"Selama tidak memenuhi syarat menjadi Variant of Concern, tentunya tidak perlu khawatir berlebihan," katanya.

3. Protokol kesehatan tetap penting

Ilustrasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Ilustrasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Meskipun tidak perlu khawatir berlebihan, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin, jika varian tersebut berkembang akan menjadi hal yang buruk. Seperti halnya kasus di India, pada awalnya masyarakat terlena tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik. 

"Sama halnya dengan Indonesia melanggar protokol kesehatan, bukan tidak mungkin akan muncul varian baru yang menjadi Variant of Concern. Tetapi sejauh ini yang saya ketahui dua varian itu tidak masuk ke Variant Under Investigation, Variant of Interest, Variant of Concern," paparnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
Siti Umaiyah
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Awal Tahun, 6 Petani Gunungkidul Meninggal Akibat Leptospirosis

07 Apr 2026, 18:32 WIBNews