Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Okupansi Hotel di Bantul saat Libur Nataru Capai 70 Persen
Ilustrasi Lorong Hotel (IDN Times/Sunariyah)

Bantul, IDN Times - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul menyebut tingkat hunian hotel pada 15 Desember hingga 2 Januari 2024 di Kabupaten Bantul mencapai 70 persen. PHRI Bantul berharap masa kampanye Pemilu 2024 berlangsung dengan aman dan damai sehingga kunjungan wisatawan ke Bantul cukup tinggi.

1. Pemesanan hotel saat libur Nataru telah mencapai 70 persen

Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra Dwi Utomo. (IDN Times/Daruwaskita)

Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra Dwi Utomo mengatakan informasi dari anggota PHRI di Bantul terutama pengelola hotel bintang menyatakan tingkat pemesanan hotel mulai tanggal 15 Desember hingga 2 Januari 2024 sudah mencapai sekitar 70 persen.

"Harapan kita semakin mendekati libur Natal dan tahun baru tingkat okupansi hotel bintang dan non bintang seperti homestay juga mencapai 100 persen saat libur Nataru mendatang," ucapnya, Kamis (7/12/2024).

2. Kampanye terbatas tatap muka belum berdampak negatif

Ilustrasi kampanye. (IDN Times/Galih Persiana)

PHRI Bantul juga menilai kegiatan kampanye tatap muka terbatas peserta pemilu hingga saat ini juga tidak berdampak serius pada kunjungan wisatawan di Bumi Projotamansari. Sehingga pihaknya tetap berharap saat kampanye rapat umum baik yang dilakukan oleh partai politik maupun pasangan capres-cawapres tetap berjalan aman dan damai sehingga membuat nyaman wisatawan untuk berkunjung ke Bantul.

"Kita PHRI Bantul juga berkomunikasi dengan Polres Bantul, Kodim Bantul, agar bagaimana nantinya pesta demokrasi ini tidak berdampak buruk pada dunia pariwisata di Bantul," terangnya.

3. Rapat OPD di hotel dibatasi saat kampanye akan merugikan hotel

Ilustrasi Rapat di Era New Normal (IDN Times/Aldila Muharma)

Namun, terkait adanya informasi pembatasan kegiatan pertemuan yang digelar oleh organisasi perangkat daerah (OPD) di hotel selama masa kampanye, menurutnya akan menjadi pukulan berat bagi anggota PHRI. Sebab selain menjual kamar hotel, pendapatan yang cukup tinggi didapat oleh pihak hotel ketika menggelar acara MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).

"Ya kalau benar kebijakan itu diterapkan tentu pendapatan hotel dari MICE akan jauh berkurang," katanya.

Editorial Team

Related Article