PKL Malioboro mulai boyongan ke tempat relokasi di Teras Malioboro 1 dan 2, Selasa (1/2/2022). (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Denni Supriyanto, salah seorang PKL yang mengaku telah berjualan di Malioboro sejak 1979 berharap rezekinya lebih lancar di lapak baru ini. Pasalnya sebelum pindah saja dagangannya cenderung sepi, dan ada hari-hari nihil pembeli.
"Memang agak cemas, masalahnya seperti halnya orang babat alas, pelan-pelan. Semoga pindah ke sini bisa lancar cari rejekinya," kata Denni ditemui di Teras Malioboro 2.
Saat ditemui, Denni tengah sibuk memotong rangka besi untuk kotak penyimpanan barang dagangannya. Wadah ini juga akan menjadi etalase untuk memajang jualannya.
Dia merasa harus putar otak, pintar-pintar memanfaatkan lahan yang ada agar semua dagangannya bisa terpampang. Maklum, lapak barunya cuma 1,17 meter x 1,2 meter, sementara di lokasi lama atau pedestrian bisa mencapai 1,5 meter x 2 meter.
Karena banyak yang harus disiapkan ini pula, Denni memilih libur jualan hari ini. Lagi pula, masih ada waktu sampai 7 Februari 2022 untuk merampungkan boyongan.
"Ini masih menata dulu, jadi nanti buat display juga buat nyimpan barang dagangan. Harus potong, las, sesuaikan dengan ukuran lapak. Kalau tidak begitu malah repot," katanya.