Sleman, IDN Times - Uang Kuliah Tunggal (UKT) tidak jarang menjadi beban bagi mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sejumlah mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Kota Pelajar, banyak yang harus mengandalkan beasiswa untuk membayar biaya pendidikan mereka.
Direktur Kemahasiswaan UGM, Sindung Tjahyadi, menyebut permasalahan yang dihadapi mahasiswa untuk membayar UKT karena memang kemampuan mahasiswa.
"Ya karena tidak punya. Sangat membutuhkan beasiswa ini. Tidak hanya nominal, tapi juga kuantitas. Secara statistik 30-40 persen mahasiswa UGM banyak yang memerlukan beasiswa," ujar Sindung di Fakultas MIPA UGM, Kamis (22/2/2024).