Maling Bobol SMKN 1 Bantul, Gasak Uang dan Emas Puluhan Juta

- SMKN 1 Bantul disatroni maling pada Rabu (29/1/2025) sekitar pukul 02.17 WIB, kehilangan uang tunai Rp21 juta dan emas seberat 40 gram senilai Rp40 juta.
- Kasus pencurian pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan sekolah, dengan pintu yang rusak akibat dicongkel di ruang guru dan tata usaha.
- Kepala SMKN 1 Bantul melaporkan kejadian ke Mapolsek Bantul, sementara penyidik dari Polsek Bantul dan Polres Bantul melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi serta memeriksa rekaman CCTV.
Bantul, IDN Times - SMKN 1 Bantul disatroni maling pada Rabu (29/1/2025) sekitar pukul 02.17 WIB. Akibat kejadian ini, sekolah yang berlokasi di Jalan Parangtritis Km 11, Padukuhan, Kalurahan Sabdodadi, Kapanewon Sanden, kehilangan uang tunai Rp21 juta serta emas seberat 40 gram senilai Rp40 juta.
1. Petugas kebersihan sekolah melihat sejumlah ruangan terbuka dan pintu rusak

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry, mengungkapkan bahwa kasus pencurian di SMKN 1 Bantul pertama kali diketahui oleh Riyanto, petugas kebersihan sekolah. Sekitar pukul 07.30 WIB, Riyanto mendapati beberapa ruangan kantor dalam kondisi terbuka, dengan pintu yang rusak akibat dicongkel, terutama di ruang guru.
"Selanjutnya saksi menghubungi rekannya kemudian bersama-sama memeriksa ke ruangan yang lain mendapati pintu ruangan tata usaha dan ruangan bank mini telah terbuka," katanya, Kamis (20/1/2025).
2. Uang dan emas batangan hilang dari tempatnya

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata uang tunai Rp21 juta dan emas 40 gram yang disimpan di ruang Wakil Kepala SMKN 1 Bantul telah hilang.
"Atas kejadian tersebut Kepala SMKN 1 Bantul, Raharjo melaporkan kejadian ke Mapolsek Bantul," ucap Jeffry. "Total kerugian mencapai Rp61 juta."
3. Polisi melakukan olah TKP di SMK N 1 Bantul

Menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik dari Polsek Bantul dan Polres Bantul mendatangi SMKN 1 Bantul untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka juga meminta keterangan sejumlah saksi serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
"Penyidik masih mendalami sejumlah keterangan saksi dan hasil olah TKP serta hasil pemeriksaan dari cctv yang ada di sekitar lokasi kejadian," tutur Jeffry.
















