Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mahfud MD Samakan Kondisi Korupsi Saat ini dengan 1998
Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 03, Mahfud MD menggelar tirakatan di Masjid Darul Ikrom, di depan rumahnya, Sambilegi lor, Maguwoharjo, Depok, Sleman. (IDN Times/Herlambang Jati)

Sleman, IDN Times - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 03, Mahfud MD menyambut baik rencana pertemuan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri jika dianggap konsolidasi reformasi 1998. Situasi masyarakat saat ini dinilai Mahfud MD belum separah periode 1998, namun jika melihat korupsi sama parahnya.

"Ya, bagus kalau itu diadakan, karena siapapun kalau berniat baik untuk memikirkan jalan keluar negara ini, bagaimana penyelenggaraan negara ini dengan sebaik-baiknya. Itu saya kira orang seperti Sultan seperti Bu Mega, orang seperti pak Jokowi, bahkan itu punya kapasitas untuk melakukan itu," kata Mahfud MD, seusai shalat subuh di Masjid Darul Ikrom, Sambilegi lor, Maguwoharjo, Depok, sebelum mencoblos di TPS 106, Maguwoharjo, Depok, Rabu (14/2/2024).

1. Pertemuan antar tokoh jadi hal baik

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 03, Mahfud MD menggelar tirakatan di Masjid Darul Ikrom, di depan rumahnya, Sambilegi lor, Maguwoharjo, Depok (IDNTimes/Herlambang Jati)

Mahfud MD menyebut dimulai dari sejumlah tokoh, diikuti sejumlah tokoh lainnya, dinilai akan membuat negara Indonesia jauh lebih baik dan berkeadilan. 78 tahun Indonesia merdeka dinilai Mahfud MD seharusnya sudah bisa menyelesaikan masalah korupsi.

"Masa menghadapi korupsi ndak bisa. Kita ini sebenarnya kan korupsinya besar-besaran loh, bukan korupsi orang nyolong diam-diam apa gitu, nampaknya sudah terstruktur korupsinya," kata Mahfud MD.

2. Kondisi korupsi sama parah dengan '98

Mahfud MD usai melaksanakan salat subuh (14/02/2024) (IDN Times/Herlambang Jati)

Mahfud MD saat disinggung apakah kondisi saat ini sama dengan kondisi di tahun 1998 menurutnya untuk kondisi masyarakat belum sampai seburuk itu. Meski begitu korupsinya sama parahnya.

"Kalau situasi di tengah masyarakat ya mungkin belum separah itu, tapi kalau situasi korupsinya mungkin sama parahnya. Sehingga kalau tidak segera diatasi dengan cara Pemilu yang baik akan bisa buruk," kata Mantan MenkoPolhukam itu.

3. Butuh waktu memberantas korupsi

Mahfud MD menemui awak media pagi menjelang pencoblosan (14/02/2024) (IDN Times/Herlambang Jati)

Mahfud MD mengakui untuk memberantas korupsi memang perlu waktu. Namun, hasil pemberantasan korupsi tersebut akan bisa dirasakan nantinya, masyarakat bisa hidup nyaman.

"Kalau korupsi di Indonesia bersih orang seperti kita ini hidup cukup nyaman lah di Indonesia ini. Wong Indonesia ini kaya raya kok, sumber daya manusianya bagus, sumber daya alamnya luar biasa. Kalau dikelola secara baik makmur kita itu," ujar Mahfud MD.

Editorial Team

Related Article