Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Lagu Daerah Yogyakarta yang Bikin Nostalgia Masa Kecil

Kota Yogyakarta
5 Lagu Daerah Yogyakarta yang Bikin Nostalgia Masa Kecil
Ilustrasi anak-anak sedang bermain dakon. Instagram.com/erlynatrisnadji
Share Article

Adanya pemerintahan Keraton Yogyakarta membuat banyak adat dan budaya terus terjaga dan bisa tumbuh dengan sangat baik di Yogyakarta. Kekayaan budaya ini juga ternyata mampu menarik minat dari banyak masyarakat, baik dalam maupun luar negeri.

Nah, salah satu budaya yang masih terus dilestarikan adalah tembang tradisionalnya. Lantas, apa saja lagu daerah asal Yogyakarta yang kerap jadi tembang dolanan anak? Berikut rangkumannya.

  1. 1. Suwe Ora Jamu

    Lagu daerah ini menjadi salah satu yang paling populer di kalangan masyarakat Jawa dan Yogyakarta. Lagu dengan genre permainan anak-anak ini menceritakan tentang teman atau sahabat yang baru bertemu setelah sekian lama tidak berjumpa.

    Selain itu, ada juga ungkapan senang saat bertemu, meski dalam bait sebelumnya ada rasa tidak senang karena membuat kecewa. Adapun lirik lagu "Sue Ora Jamu" yang diciptakan oleh R.C. Hardjosubroto yaitu:

    Suwe ora jamu

    Jamu godhong telo

    Suwe ora ketemu

    Temu pisan atine gelo

    Suwe ora jamu

    Jamu sogo thunteng

    Suwe ora ketemu

    Temu pisan atine seneng

    Suwe ora jamu

    Jamu godhong bunder

    Suwe ora ketemu

    Temu pisan tambah pinter

  2. 2. Caping Gunung

    Lagu "Caping Gunung" juga banyak dimainkan oleh anak-anak maupun orang dewasa di berbagai acara. Lagu tradisional yang dipopulerkan oleh Didi Kempot ini berisi tentang kerinduan orang tua terhadap anaknya.

    Diciptakan oleh Gesang Martohartono, lagu ini berisi tentang orangtua yang mengenang anaknya saat masih kecil dan sekarang sudah menjadi seorang dewasa. Langsung saja berikut ini lirik lagunya:

    Dhek jaman berjuang

    Njur kelingan anak lanang

    Mbiyen tak openi

    Ning saiki ana ngendi

    Jarena wis menang

    Keturutan sing digadhang

    Mbiyen ninggal janji

    Ning saiki apa lali

    Ning gunung tak cadhongi sega jagung

    Yen mendhung tak silihi caping gunung

    Sokur bisa nyawang

    Gunung ndesa dadi reja

    Dene ora ilang nggone padha lara lapa

  3. 3. Pitik Tukung

    Lagu asli daerah Yogyakarta yang diciptakan oleh Mansyur S kerap menjadi lagu dolanan anak-anak. Di dalamnya diceritakan suasana pedesaan yang harmonis.

    Pitik tukung sendiri berarti ayam yang tidak punya bulu ekor. Nah, lirik lagunya adalah sebagai berikut:

    Aku duwe pitik pitik tukung

    Saben dina tak pakani jagung

    Petok go petok petok ngendok pitu

    Tak ngremake netes telu

    Kabeh trondol trondol tanpa wulu

    Mondol mondol do gawe guyu

    Aku duwe pithik cilik wulune Brintik

    Cucuk kuning Jengger Abang Tarung mesti menang

    Sopo wani karo aku musuh pithikku

  4. 4. Kidang Talun

    Lagu "Kidang Talun" merupakan tembang dolanan anak-anak yang ditulis oleh seorang komposer karawitan Jawa yaitu Raden Cajetanus Hardjasoebrata. Di dalamnya menyiratkan pelajaran terhadap para anak-anak untuk menjaga dan menyayangi binatang.

    Lagu edukasi ini sangat cocok untuk sambil mengenalkan anak pada binatang dan lingkungan sekitar. Nah, berikut lirik lagu "Kidang Talun" yang mudah dihafalkan:

    Kidang … Talun

    Mangan kacang talun

    Mil kethemil mil kethemil

    Si kidang mangan lembayung

    Tikus… pithi

    Due anak siji

    Cit cit cuit

    Cit cit cuit

    Maju perang wani mati

    Kidang… Talun

    Mangan kacang talun

    Mil kethemil mil kethemil

    Si kidang mangan lembayung

    Gajah… belang

    Soko tanah mlembang

    Nuk legunuk nuk legunuk

    Gedhene meh podho gunung

  5. 5. Sinom

    Lagu "Sinom" memiliki arti kumpulan anak muda. Di mana di dalamnya bercerita tentang anak muda yang selalu semangat dan harus bijaksana.

    Tembang tradisional ini dibuat oleh Ki Ronggo Warsitoa dan sempat digunakan sebagai media penyebaran agama Islam di tanah Jawa, lho. Nah, ini dia lirik lagunya:

    Amenangi jaman edan

    Ewuh aja ing pambudi

    Melu edan ora tahan

    Jen tan melu anglakoni

    Boya kaduman melik kaliren

    Wekasanipun dilalah karsa Allah

    Begjane kang lali

    Luwih begja kang eling lan waspada

    Lagu-lagu daerah asal Yogyakarta di atas memiliki banyak makna dan pembelajaran, ya. Meski dunia sudah sangat maju, namun menjaga adat bisa menjadi penguat karakter masyarakatnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More