Kustini Ajak Pilih Pemimpin yang Hargai Martabat Perempuan

- Kustini Sri Purnomo mengajak masyarakat memilih pemimpin yang menghargai martabat perempuan dan tidak merendahkan mereka.
- Dia menyayangkan kampanye diskriminasi gender dan mencontohkan banyak perempuan sukses memimpin, seperti Megawati, Puan Maharani, dan Sri Mulyani.
- Kustini berjanji akan konsisten melaksanakan pemberdayaan perempuan dengan program sekolah perempuan, kesetaraan ruang untuk berkarya, perlindungan dari kekerasan, layanan krisis terintegrasi, day care, dan ruang laktasi.
Sleman, IDN Times - Calon bupati Sleman nomor urut 1 Kustini Sri Purnomo mengajak masyarakat memilih pemimpin yang menghargai martabat perempuan.
"Saya ingin sampaikan pesan, khususnya perempuan Sleman untuk memilih pemimpin yang menghargai dan peduli dengan harkat dan martabat perempuan. Serta yang tidak merendahkan perempuan," kata Kustini.
1. Singgung kampanye diskriminasi gender

Kustini menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu muncul baliho kampanye yang menjurus ke diskriminasi gender dengan menyebut "milih pemimpin kok wedok" atau milih pemimpin kok perempuan.
Dia menyayangkan hal itu saat faktanya seusai reformasi tak sedikit tokoh perempuan yang mampu tampil menjadi pemimpin dan melaksanakan tugasnya dengan baik, bahkan menorehkan prestasi.
"Banyak contoh perempuan yang bisa memimpin dan bekerja dengan baik. Ibu Megawati sukses menjadi presiden," kata Kustini, Rabu (13/11/2024).
2. Para perempuan yang duduk di kursi kepemimpinan

Kegemilangan perempuan untuk mengambil peran penting di tengah masyarakat, kata Kustini, terus hidup semangatnya bahkan hingga di era sekarang.
"Ibu Puan (Maharani) juga bisa menjadi Ketua DPR RI. Ibu Khofifah (Indar Parawansa) di Jawa Timur juga bekerja dengan baik memimpin Jawa Timur," tegas Kustini.
"Ini adalah contoh semakin banyak perempuan yang mendapatkan kesempatan dan membayarnya dengan profesionalitas dan kinerja yang baik. Hari ini ada juga seperti bu Sri Mulyani dan Bu Stella (Stella Christie) di pemerintahan Presiden Prabowo," sambung Kustini.
3. Sekolah perempuan dan kesetaraan ruang berkarya

Kustini melanjutkan, ia bersama calon wakil bupati pasangannya, Sukamto, ke depan akan tetap konsisten melaksanakan pemberdayaan perempuan dan sudah masuk ke dalam program pioritas.
Dengan tagline perempuan 'maju, aman dan berkarya', menurut Kustini, nantinya bakal ada sekolah perempuan hingga penciptaan kesetaraan ruang untuk berkarya.
"Kita juga akan pastikan perlindungan dari kekerasan dengan layanan krisis terintegrasi. Serta day care dan ruang laktasi," ungkap Kustini.
















