Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kreatif! Perajin Batik di Kulon Progo Ciptakan Batik Motif Corona

Kreatif! Perajin Batik di Kulon Progo Ciptakan Batik Motif Corona
Perajin batik Kulon Progo ciptakan batik motif Corona. IDN Times/Istimewa
Share Article

Kulon Progo, IDN Times - ‎Stay at home mengikuti anjuran pemerintah bukan menjadi penyebab orang malas beraktivitas dan berkreativitas. Tinggal di rumah saat pendemik COVID-19 justru membuat Murtini (45), salah satu perajin batik di Kulon Progo, mampu produktif dan kreatif dengan menciptakan batik bermotif corona.

1. Berawal dari keprihatinan terhadap pandemik corona

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Warga Dusun Sembungan, Gulurejo, Lendah, Kabupaten Kulon Progo ini mengaku kreasi motif batik corona berawal dari keprihatinan atas banyaknya korban yang jatuh akibat virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok tersebut.

Murtini mengaku dengan mendapatkan ide dengan motif Corona langsung ditindaklanjuti dengan membuat pola pada kain, hingga dibatik dengan canting, malam dan pewarna.

"Ya kurang lebih butuh waktu dua pekan dari pertama kali ide ditemukan kemudian dibuat pola hingga batik jadi," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (28/5).

2. Motif utama batik tetap menonjolkan gambar virus Corona‎

Perajin batik Kulon Progo ciptakan batik motif Corona. IDN Times/Istimewa
Perajin batik Kulon Progo ciptakan batik motif Corona. IDN Times/Istimewa

Sesuai dengan namanya yakni batik corona, pembuatan motif juga sesuai dengan bentuk virus tersebut. Dalam membuat kain batik ada pola atau goresan canting di atas kain yang memperlihatkan virus Corona yang masih utuh hingga terkena air. Akhirnya virus pecah menjadi bagian kecil-kecil lalu kembali rata terkubur dalam tanah dan hilang.

"Motif utama tetap menonjolkan bentuk virus dan batik ini masuk kategori batik kontemporer," ucap Murtini.

Gayung bersambut, batik motif corona mendapatkan respons yang baik dari masyarakat. Penjualannya laris manis, baik secara daring melalui media sosial maupun dari pengunjung yang langsung datang ke galeri.

"Setiap lembar kain batik motif Corona dijual dengan harga Rp350 ribu per potong dan ada 5 pilihan warna yang bisa dipilih oleh pembeli," terangnya.

"Kita juga melayani warna lain atau kombinasi sesuai selera pembeli," tambah pemilik Galeri Sembung Batik ini.

3. Meski terdampak COVID-19, namun belum ada pekerja yang dirumahkan‎

Perajin batik juga terdampak pandemik COVID-19. IDN Times/Istimewa
Perajin batik juga terdampak pandemik COVID-19. IDN Times/Istimewa

Para perajin batik juga terdampak adanya pandemi COVID-19. Namun, mereka masih mampu bertahan dengan mengandalkan penjualan secara daring. Para pekerja yang membuat kain batik sampai saat ini juga belum ada yang dirumahkan.

"Lah yang bekerja membuat batik masih saudara saya. Kalau dirumahkan mau makan apa?" kata Girin, suami dari Murtini.‎

Share Article
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More

Aksi Budaya di Bundaran UGM, Massa Ajak Jaga Persatuan

30 Mei 2026, 18:33 WIBNews