KPU Bantul Mulai Gelar Rekapitulasi Suara Pilkada 2024

- KPU Bantul mulai rekapitulasi suara setelah seluruh rekapitulasi di 17 kapanewon selesai, harapannya selesai pada 2/12/2024.
- Saksi dari paslon bupati dan wakil bupati Bantul nomor urut 3 tidak menandatangani berkas acara rekapitulasi suara di 16 kapanewon, namun tidak mempengaruhi proses rekapitulasi.
- Jumlah pemilih golput diperkirakan mencapai di atas 178 ribu, berpotensi bertambah setelah rekapitulasi KPU selesai. Jumlah surat suara tidak sah mencapai 36 ribu.
Bantul, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul mulai melakukan rekapitulasi suara setelah seluruh rekapitulasi suara di 17 kapanewon selesai. Rekapitulasi surat suara akan dilaksanakan di Pendopo KPU Bantul mulai pukul 10.00 WIB.
""Harapan kita pada tanggal 2/12/2024 rekapitulasi sudah selesai dan akan kita tetapkan rekapitulasi perolehan suara," kata Ketua KPU Bantul, Joko Santosa, Minggu (1/12/2024).
1. Saksi paslon Joko-Rony tak tanda tangani berita acara rekapitulasi di 16 kapanewon

Menurut Joko Santosa dari hasil rekapitulasi di 17 kapanewon ada saksi dari paslon bupati dan wakil bupati Bantul nomor urut 3, Joko Purnomo dan Rony Wijaya tidak menandatangani berkas acara rekapitulasi suara di 16 kapanewon. Namun hal itu tidak akan mempengaruhi proses rekapitulasi surat suara termasuk hasilnya.
"Ya proses rekapitulasi suara tetap jalan dan juga tidak akan menghambat proses rekapitulasi suara di tingkat kabupaten atau di KPU Bantul," ujarnya.
2. Jumlah pemilih golput masih bisa bertambah

Joko menyebut diperkirakan jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilih mencapai di atas 178 ribu. Jumlah tersebut, kata Joko berpotensi bertambah setelah rekapitulasi di tingkat KPU selesai seluruhnya.
"Jadi jumlah pemilih golput dan partisipasi pemilih juga diperkirakan akan meningkat. Harapan kita tingkat partisipasi pemilih di angka 58 persen," terangnya.
3. Keengganan pemilih datang ke TPS dan surat suara tidak sah menarik untuk diteliti

Lebih jauh Joko menyebut tingkat surat suara yang tidak sah mencapai 36 ribu, jumlah pemilih golput yang mencapai 178 ribu menarik dijadikan bahan disertasi untuk S2 maupun S3.
"Jadi faktor apa saja yang menyebabkan golput naik, surat suara tidak sah naik cukup menarik untuk diteliti. Tentu setelah tahapan pilkada selesai kita juga akan mengeluarkan hasil asesmen terkait permasalahan tersebut," tandasnya.

















