ilustrasi tradisi gunungan pada masyarakat Jawa (pixabay.com/Dedy_Timbul)
Pada pelaksanaan tahun ini, terdapat penyesuaian berupa penambahan satu titik pembagian Gunungan Grebeg Syawal. Keraton menyediakan sebanyak enam buah gunungan, meliputi lima jenis gunungan, yakni dua Gunungan Kakung, satu Gunungan Estri, satu Gunungan Gepak, satu Gunungan Darat, dan satu Gunungan Pawuhan.
Gunungan yang telah diinapkan semalam di Bangsal Pancaniti, Kamandungan Lor, akan dibawa oleh Narakarya (kanca abang) melalui Regol Brajanala-Sitihinggil Lor - Pagelaran - keluar lewat barat Pagelaran menuju Masjid Gedhe.
Masyarakat dapat menyaksikan jalannya upacara Garebeg secara langsung di Bangsal Pagelaran dan Halaman Masjid Gedhe Keraton Yogyakarta. Di Kompleks Kepatihan, akan dibagikan 50 ubarampe gunungan berwujud rengginang untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sementara, untuk satu titik tambahan yang menjadi lokasi pembagian ubarampe gunungan, yakni Ndalem Mangkubumen, juga menerima 50 buah.
Dalam keterangan tertulis, Keraton menyebutkan alasan penambahan gunungan di Ndalem Mangkubumen, yang dulunya merupakan tempat tinggal KGPH Mangkubumi, adik Sri Sultan Hamengku Buwono VII.
"Pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI, ndalem ini merupakan tempat tinggal Sri Sultan Hamengku Buwono VII sewaktu masih menjadi putra mahkota dengan nama Pangeran Hangabehi," jelas Penghageng Kawedanan Reksa Suyasa KRT Kusumanegara.
"Setelah melalui proses kajian, dasar sejarah inilah yang menjadi alasan pembagian pareden di Ndalem Mangkubumen dilakukan kembali saat prosesi Garebeg Sawal pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono X ini," tambahnya.