Kampanye Tatap Muka Jadi Favorit Pasangan Calon Bupati di Bantul

- Kampanye tatap muka menjadi model paling favorit dilakukan tim sukses paslon cabup-cawabup Bantul, dengan 600 kampanye selama masa kampanye.
- Kampanye terbuka cenderung tidak dilakukan oleh tim sukses, hanya 17 kegiatan lainnya seperti mancing, senam, hingga karoke.
- Bawaslu mendapatkan laporan dan temuan terkait dugaan pelanggaran Pilkada, termasuk pemasangan baliho bergambar calon bupati menggunakan papan reklame milik Pemkab Bantul.
Bantul, IDN Times - Kampanye tatap muka menjadi model paling favorit yang dilakukan tim sukses pasangan calon (paslon) cabup-cawabup Bantul. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul, Didik Joko Nugroho, mengatakan selama masa kampanye mulai 25 September hingga 5 November, terdapat 600 kampanye yang bersifat tatap muka yang dihadiri oleh puluhan hingga ratusan warga. Selanjutnya kampanye dengan kegiatan lainnya seperti mancing, senam hingga karoke tercatat sebanyak 17 kegiatan. Sementara kampanye dengan kegiatan masyarakat yang dihadiri oleh paslon cabup-cawabup mencapai 192 kegiatan.
"Jadi kampanye terbuka justru paling sedikit dilakukan oleh tim sukses paslon maupun paslon cabup-cawabup Bantul. Kampanye dengan tatap muka yang dihadiri oleh puluhan hingga ratusan warga, dinilai lebih efektif dibandingkan dengan model kampanye lainnya," jelasnya, Rabu (13/11/2024).
1. Bawaslu terima sejumlah laporan

Menurut Didik, selama tahapan pilkada, Bawaslu mendapatkan laporan dan temuan terkait dugaan pelanggaran Pilkada. Bawaslu menindaklanjuti sebanyak tiga laporan, yakni pemasangan baliho bergambar calon bupati yang menggunakan papan reklame milik Pemkab Bantul. Laporan penyebaran hoaks oleh salah satu pimpinan partai politik pendukung salah satu paslon cabup-cawabup Bantul.
“Juga ada laporan adanya oknum dukuh yang mengumpulkan para Ketua RT untuk mendukung salah satu paslon cabup-cawabup Bantul,” jelasnya.
2. Temukan beberapa pelanggaran

Didik menambahkan temuan kasus oleh Bawaslu terkait pelanggaran pilkada, yakni truk pengiriman bantuan beras dari pemerintah bergambar paslon cabub-cawabub Bantul. Kemudian dukuh yang mengajak melakukan pertemuan dengan calon wakil bupati Bantul di Kapanewon Imogiri, serta perpindahan pemilih yang dilakukan oleh PPS setelah proses coklit selesai di Kapanewon Sedayu.
"Jadi laporan dan temuan itu sebelum tanggal 12 November, sehingga temuan dan laporan dugaan pelanggaran kampanye masih bisa bertambah. Masa kampanye belum selesai hingga proses pencoblosan dan penghitungan suara juga belum terjadi," tuturnya.
3. Bawaslu juga lakukan pencegahan

Didik menjelaskan Bawaslu telah melakukan pencegahan agar pelanggaran tidak terjadi. Salah satunya puluhan dukuh akan mengikuti acara, dan kampanye yang digelar oleh tim sukses tanpa disertai izin.
"Kita juga memberikan imbauan sebanyak 1.173, sehingga pelanggaran kampanye tidak terjadi. Imbauan itu diberikan oleh Bawaslu Bantul dan Panwascam," ucapnya.

















