Ilustrasi penumpang kereta api. (Dok. Istimewa)
Kemudian Daop 6 juga memberikan imbauan keselamatan dan keamanan kepada pengguna jasa baik di stasiun atau KA. Pertama yaitu tidak melewati garis kuning di peron saat menunggu kereta. Saat penumpang KA melewati garis kuning dan KA berjalan masuk, maka penumpang dapat mengenai kereta sehingga itu sangat membahayakan.
Kedua, waspadai celah antara peron dan kereta. Pelanggan yang tidak berhati-hati dapat terperosok ke dalam celah antara peron dan kereta. Hal tersebut sangat berbahaya dan dapat mencederai kaki. Ketiga, saat melewati passanger crossing jangan lupa untuk selalu tengok kanan kiri memastikan aman. Selalu perhatikan arahan petugas yang berjaga. Keempat, berhati hati saat membawa minuman panas. Penumpang KA diimbau berhati hati saat membawa minuman panas agar tidak tumpah dan mengenai penumpang lainnya.
Kelima, jaga barang bawaan dan anak kecil. Sudah banyak barang bawaan penumpang tertinggal selama masa Angkutan Lebaran. Taksiran nilainya pun melebihi Rp100 juta. Daop 6 menyarankan penumpang lebih hati hati lagi menjaga barang bawaan dan todak membawa terlalu banyak agar memudahkan diri sendiri. Selain itu bagi yang membawa anak anak juga kami berharap dapat diawasi dengan baik agar tidak berada di area-area berbahaya.
Pada masa Angkutan Lebaran, Daop 6 menyiapkan petugas Customer Service Mobile (CSM) untuk membantu pelayanan pelanggan di stasiun. Selain itu Daop 6 juga bekerjasama dengan TNI, Polri, Basarnas, serta beberapa rumah sakit untuk mengantisipasi hal-hal berkaitan dengan keamanan dan keselamatan. "Bagi pelanggan yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi petugas yang berada di stasiun seperti Customer Service, Customer Service Mobile, Security, atau petugas lainnya yang memungkinkan," ungkap Krisbiyantoro.