Jelang Lengser, Jokowi Beri Pesan untuk Pengasuh Pondok Pesantren

- Gus Miftah ungkap pesan Jokowi kepada pengasuh pondok pesantren
- Jokowi merespons transisi pemerintahan ke Prabowo yang dianggap mulus
- Jokowi tidak akan intervensi dalam pemerintahan Prabowo-Gibran, tetap mendukung dengan kolaborasi
Sleman, IDN Times - Pengasuh Ponpes Ora Aji, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah mengungkap pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para pengasuh pondok pesantren.
Pesan tersebut disampaikan kepada Gus Miftah saat Jokowi menghadiri Multaqo Presiden dan Ulama Muda, sebagai salah satu rangkaian acara harlah Ponpes Ora Aji, Kamis (19/9/2024).
1. Gus Miftah sebut transisi pemerintahan Jokowi ke Prabowo sangat halus

Gus Miftah menuturkan, pesan Jokowi disampaikan setelah ia menyebut transisi pemerintahan sekarang ke presiden terpilih, Prabowo Subianto berjalan sangat mulus.
"Saya sampaikan bahwa transisi yang sangat kolaboratif dan sangat smooth landing itu transisi pemerintahan dari Pak Jokowi ke Pak Prabowo," kata Gus Miftah dijumpai di kediamannya, Kalasan.
2. Minta pengasuh ponpes ikut jaga transisi

Gus Miftah menyatakan, Jokowi merespons pernyataan tersebut dengan berpesan kepada para pengasuh ponpes agar bisa menjaga proses transisi yang dianggap berjalan baik itu.
"Setelah saya sampaikan itu, beliau menyampaikan hendaknya kita pengasuh pesantren untuk menjaga keberlangsungan ini dengan baik, pesan beliau seperti itu," beber Gus Miftah.
3. Jokowi tak lakukan intervensi, namun kolaborasi

Lebih lanjut, Jokowi mengaku tak akan cawe-cawe atau ikut campur dalam penyusunan kebijakan maupun pembentukan kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran yang dimulai 20 Oktober 2024 mendatang.
Jokowi tetap mendukung jalannya pemerintahan Prabowo, satu di antaranya dengan membentuk sejumlah lembaga nonkementerian. Lembaga nonkementerian disiapkan untuk membantu atau menyongsong pemerintahan baru.
"Beliau tadi menyampaikan, dulu awal kami menjabat kami harus grayah-grayah (mencari-cari) dulu, sekarang kita menginginkan bagaimana Pak Prabowo bekerja itu semuanya sudah disiapkan dengan baik. Jadi tidak ada intervensi, tapi justru sifatnya adalah kolaborasi," pungkas Gus Miftah.

















