Bantul, IDN Times - Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2024, Pemerintah Kabupaten Bantul mewaspadai adanya inflasi akibat kenaikan harga barang kebutuhan pokok. Kenaikan harga menjadi fenomena setiap akhir tahun sebagai dampak dari lonjakan permintaan pada momen tersebut.
Jelang Akhir Tahun, Pemkab Bantul Waspadai Inflasi Bahan Pokok

1. Terjunkan OPD pantau inflasi harga kebutuhan pokok
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan kenaikan barang kebutuhan pokok yang cukup tinggi dipastikan merugikan masyarakat. Apalagi daya beli masyarakat saat sedang turun sehingga dipastikan akan menyulitkan masyarakat terutama masyarakat miskin.
"Kita menerjunkan organisasi perangkat daerah atau OPD terkait untuk memastikan tidak terjadi inflasi yang tinggi terhadap harga kebutuhan bahan pokok masyarakat yang ada di pasar-pasar tradisional," ungkapnya, Rabu (6/12/2024).
2. Inflasi dipengaruhi oleh dua faktor
Halim mengatakan inflasi dipengaruhi oleh faktor yaitu biaya produksi yang meningkat dan juga karena adanya kenaikan kebutuhan masyarakat. Ketika pasokan bahan pokok tetap namun permintaan meningkat, maka harga bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat akan terdongkrak.
"Kalau ada harga kebutuhan pokok yang mengalami inflasi tinggi maka tugas dari pemerintah untuk melaksanakan operasi pasar agar tidak memberatkan masyarakat," katanya.
3. Inflasi harga kebutuhan pokok masih terkendali
Lebih jauh Halim mengatakan untuk inflasi bahan kebutuhan pokok masyarakat masih relatif aman dan belum memberatkan masyarakat. Namun, diperkirakan inflasi akan relatif meningkat bersamaan dengan libur Natal dan tahun baru di mana Yogyakarta menjadi salah satu kota tujuan wisata termasuk di Kabupaten Bantul.
"Ya kalau memang inflasi ini terlalu tinggi diatas kemampuan atau daya beli masyarakat, ya harus dilakukan operasi pasar," tandasnya.