Jarak Luncuran Awan Panas Merapi Kembali Mencapai 2 Km

Sleman, IDN Times - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas dan guguran lava pijar pada Minggu (16/5/2021). Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida menyampaikan, teramati terjadi dua kali awan panas guguran serta empat kali lava pijar pada pengamatan selama hari Minggu pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.
1. Awan panas meluncur hingga 2.000 meter

Hanik menjelaskan, dari dua kali guguran lava pijar, jarak luncur maksimum sejauh 2.000 meter. Untuk arah guguran, masih mengarah ke Barat Daya.
"Teramati 2 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 2.000 m ke arah Barat Daya," ungkapnya pada Senin (17/5/2021).
2. Lava pijar meluncur ke Barat Daya dan Tenggara

Hanik menjelaskan, dari 4 kali guguran lava pijar, 3 kali guguran di antaranya meluncur ke Barat Daya dengan jarak maksimum sejauh 1.000 meter. Sementara itu, untuk 1 kali guguran laba pijar ke arah Tenggara, memiliki jarak luncur sejauh 800 meter.
"Teramati 3 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah Barat Daya dan 1 kali dengan jarak luncur 800 m ke arah Tenggara," katanya.
3. Status Merapi masih Siaga

Hanik menyampaikan, hingga saat ini status Gunung Merapi masih berada di tingkat Siaga. Untuk potensi bahaya erupsi Gunung Merapi, berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan pada sektor Tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km potensi bahaya serupa juga perlu diwaspadai.
"Erupsi eksplosif juga masih berpeluang terjadi dengan potensi bahaya berupa lontaran material vulkanik dalam radius 3 km dari puncak," paparnya.


















