Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Bahaya Rokok Elektrik dari Sisi Kesehatan Menurut Dokter Spesialis

Ini Bahaya Rokok Elektrik dari Sisi Kesehatan Menurut Dokter Spesialis
IDN Times/Haikal Adithya

Sleman, IDN Times - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui surat keputusan nomor 01/PER/I.1/E/2020 telah mengumumkan fatwa haram atas rokok elektrik. Fatwa tersebut dikeluarkan menyusul fatwa yang sebelumnya dikeluarkan, mengenai fatwa haram rokok konvensional.

Lantas bagaimana rokok elektrik ditinjau dari sisi kesehatan? Berikut penjelasan dari Dokter Sumardi, Spesialis Penyakit Dalam Konsentrasi Paru, RSUP dr Sardjito.

1. Membahayakan tubuh

Ilustrasi paru-paru. Pixabay/kalhh
Ilustrasi paru-paru. Pixabay/kalhh

Dokter Sumardi menjelaskan, tidak berbeda jauh dengan rokok konvensional, konsumsi rokok elektrik juga turut merusak dan membahayakan tubuh. Sebenarnya di Eropa dan Amerika sudah ada peringatan tentang bahaya rokok elektrik, namun di Indonesia, masih banyak sekali ditemui pengguna rokok elektrik.

"Rokok konvensional semakin lama semakin mahal orang beralih ke vape (rokok elektrik). Padahal di Amerika dan Eropa sudah di-warning kalau rokok elektrik itu membahayakan, " terangnya pada Sabtu (25/1).

2. Saluran paru-paru rusak

twitter.com/StopSmokingLeic
twitter.com/StopSmokingLeic

Menurut Sumardi, pada mulanya pengguna rokok elektrik mengisap vapor dan menghasilkan asap, di mana vapor tersebut mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Lantas, asap tersebut dihirup dan akan masuk ke dalam saluran paru-paru.

Saluran paru-paru inilah yang pertama kali akan mengalami kerusakan jika terus-menerus terpapar asap kimia. Setelah saluran rusak, akan menjalar ke dagingnya dan bisa menyebabkan penyakit seperti asma dan bronkitis kronis.

"Ketika seseorang mengisap dan menghirup asap vape dalam jangka waktu yang lama, akan menimbulkan endapan dan merangsang terjadinya kanker," katanya.

3. Bagian tubuh lain dan perokok pasif juga kena imbas

unsplash.com/@samuelzeller
unsplash.com/@samuelzeller

Bahaya rokok elektrik tidak hanya merusak paru-paru, bahan kimia yang ikut dihirup akan masuk ke dalam darah dan kemudian beredar ke seluruh tubuh. Ketika terserap ke bagian tubuh lain, seperti lever, ginjal, tulang, maka lama-lama organ lain ini juga ikut rusak.

Sumardi menuturkan, selain berbahaya bagi penggunanya, rokok elektrik juga berbahaya bagi mereka yang ada di dekat para pengguna (perokok pasif). Hal tersebut sama seperti pada rokok konvensional.

"Asap yang dihasilkan dari vape sama seperti asap yang dihasilkan rokok konvensional. Seseorang yang juga ikut menghirup, juga sama dengan keadaan perokok pasif," jelasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Siti Umaiyah
EditorSiti Umaiyah
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Awal Tahun, 6 Petani Gunungkidul Meninggal Akibat Leptospirosis

07 Apr 2026, 18:32 WIBNews