Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tempe dan Tahu Perkecil Ukuran
Sleman, IDN Times - Harga kedelai di Kabupaten Sleman mengalami kenaikan mulai akhir Januari 2022. Hasil pantauan yang dilakukan oleh Disperindag Sleman, saat ini harga kedelai menyentuh harga Rp12.400 per kilogram.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Sleman Nia Astuti menjelaskan lantaran ada kenaikan kedelai, hal ini membuat pengrajin tahu dan tempe mengatur sejumlah strategi. Salah satunya memperkecil ukuran maupun volume produk.
1. Saat ini harga kedelai Rp12.400 per kilogram

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Sleman Nia Astuti mengungkapkan di awal bulan Januari 2022, rata-rata harga kedelai Rp11.500 hingga Rp11.900. Pada akhir Januari 2022, harga kedelai merangkak naik menjadi Rp12.400 per kilogram.
"Hari ini kita pantau melalui teman-teman yang ada di pasar, harga Rp12.400 per kilogram untuk kedelai impor dan Rp10.700 untuk kedelai lokal. Jadi memang ada sedikit kenaikan," ungkapnya dalam Dialog yang disiarkan RRI Jogja pada Jumat (18/2/2022).
2. Kenaikan harga selalu terjadi di awal tahun

Menurut Nia, kenaikan harga kedelai bukan saat ini saja terjadi. Berdasarkan pengamatan Disperindag Sleman kenaikan terjadi hampir setiap awal tahun. Seperti tahun sebelumnya harga kedelai juga terpantau mengalami kenaikan.
"Paling tinggi kenaikan adalah kedelai impor, arena ada kenaikan demand untuk kenaikan kedelai impor, sehingga otomatis kedelai lokal naik permintaannya," terangnya.
3. Minta pengrajin tahu tempe tetap melakukan produksi

Nia menjelaskan, di Kabupaten Sleman terdapat 200 pengrajin tempe dan 53 pengrajin tahu di Kapanewon Seyegan. Disperindag sudah melakukan sejumlah antisipasi agar tidak ada pemogokan produksi tahu tempe di Kabupaten Sleman dengan cara memfasilitasi mediasi antara distributor dengan sentra tahu.
"Kita buat mekanisme kulakan bersama, dengan sistem ini harga lebih murah artinya bisa menekan biaya produksi. Harapan kita Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Sleman tetap bisa memproduksi sehingga tahu tempe tidak hilang dari pasaran, karena ini jadi andalan bagi masyarakat kita," paparnya.


















