Kasus COVID-19 Naik, Okupansi Hotel di Sleman Drop

Sleman, IDN Times - Kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman kembali mengalami lonjakan pada beberapa waktu terakhir. Pada Sabtu (12/2/2022) saja, terdapat 506 tambahan kasus baru COVID-19.
Terkait dengan hal tersebut, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sleman, Joko Paromo, mengungkapkan jika kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap tingkat okupansi hotel di wilayah tersebut.
1. Okupansi turun 20-25 persen
Joko menjelaskan, tingkat okupansi hotel di Kabupaten Sleman anjlok beberapa saat terakhir, terutama pada Februari ini. Penurunan okupansi ini mencapai 20-25 persen.
"Tingkat hunian hotel Februari 2022 ini sangat drop. Hampir 20-25 persen penurunan," ungkapnya pada Minggu (13/2/2022).
2. Lakukan sejumlah strategi
Anjloknya okupansi hotel ini membuat pihaknya harus memutar otak. Beberapa strategi yang dilakukan antara lain yakni dengan menjual beberapa paket, seperti lunch or dinner, wedding, order makanan daring, dan yang lainnya.
"Memang tidak maksimal (strategi tersebut). Jika PPKM masih lanjut ini akan jadi bumerang pariwisata," terangnya.
3. Mayoritas kasus baru masuk dalam OTG dan gejala ringan

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati, menjelaskan jika penambahan ratusan kasus COVID-19 pada Sabtu (13/2/2022) didominasi dari hasil tracing kontak erat dan juga skrining. Menurutnya, mayoritas dari pasien baru tersebut masuk dalam kriteria orang tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan.
"Masuk ke OTG dan ringan," paparnya.


















