Peresmian Gedung Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), Sabtu (4/7/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Muh. Ikhwan Ahada menerangkan gedung enam lantai seluas 4.947 meter persegi yang dibangun di lahan seluas 8.800 meter persegi mendapatkan alokasi total dana Rp3,8 miliar. “MSUS dikembangkan sebagai sekolah dasar berwawasan global yang memadukan Kurikulum Nasional dengan pendekatan internasional, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam, Kemuhammadiyahan, kebangsaan, dan budaya Indonesia,” ungkap Ikhwan.
Pembelajaran perdana direncanakan dimulai pada Tahun Ajaran 2026/2027, mengikuti kalender pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan hari pertama masuk sekolah pada Senin (13/7/2026). Pada masa awal pembelajaran, peserta didik akan mengikuti berbagai kegiatan orientasi, seperti pengenalan lingkungan sekolah, budaya dan tata tertib MSUS, asesmen diagnostik, pembiasaan ibadah, serta kegiatan yang mendukung proses adaptasi dengan lingkungan belajar baru.
Pada tahap awal operasional, MSUS membuka dua rombongan belajar, yakni kelas I dan kelas III yang masing-masing terdiri atas dua kelas paralel. Pengembangan jumlah rombongan belajar akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan sarana, tenaga pendidik, serta pertumbuhan jumlah peserta didik. Ke depan, sekolah menargetkan memiliki dua kelas paralel pada setiap jenjang kelas I hingga VI atau sebanyak 12 rombongan belajar dengan kapasitas 28 peserta didik di setiap kelas. Dengan demikian, jumlah peserta didik yang ditargetkan mencapai 336 siswa.
Salah satu kekuatan utama MSUS terletak pada kurikulum yang mengintegrasikan Kurikulum Nasional dengan praktik-praktik terbaik dari Cambridge Curriculum dan International Baccalaureate (IB). Pengayaan Cambridge difokuskan pada penguatan bahasa, Matematika, dan Sains melalui sumber belajar berstandar internasional, sedangkan pendekatan IB memperkuat pembelajaran berbasis inquiry, pengembangan karakter pembelajar, kemampuan refleksi, komunikasi, dan wawasan global.Selain itu, pembelajaran di MSUS menerapkan pendekatan deep learning, project-based learning, problem-based learning, STEAM, coding, literasi digital, kecerdasan artifisial, global citizenship, serta digital citizenship. Seluruh pendekatan tersebut diintegrasikan dengan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, tahfiz Al-Qur'an, Bahasa Arab, serta penguatan budaya Indonesia dan kearifan lokal Yogyakarta.
MSUS juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan karakter dan kompetensi abad ke-21. Peserta didik akan memperoleh pengalaman belajar aktif melalui eksperimen, diskusi, proyek, presentasi, penelitian sederhana, hingga kolaborasi virtual dengan sekolah di berbagai negara. Di sisi lain, sekolah tetap menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa melalui pembelajaran Bahasa Jawa, seni tari, karawitan, batik, cerita rakyat, dan berbagai kegiatan budaya lainnya.
Sistem penilaian di MSUS dirancang lebih komprehensif dengan memanfaatkan proyek, portofolio digital, unjuk kerja, presentasi, pameran karya, observasi, refleksi, penilaian diri, serta penilaian teman sejawat. Pendekatan ini memberikan gambaran utuh mengenai perkembangan akademik, keterampilan, karakter, dan kreativitas setiap peserta didik. MSUS hadir untuk mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas sebagai muslim dan warga negara Indonesia. Dengan konsep tersebut, Muhammadiyah Sapen Universal School optimistis menjadi salah satu model sekolah dasar unggulan yang mampu mengintegrasikan pendidikan nasional, perspektif internasional, inovasi teknologi, serta nilai-nilai Islam dalam satu ekosistem pembelajaran yang berkualitas dan berkelanjutan.