Yogyakarta, IDN Times - Tekan jumlah sampah yang dibuang, Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggencarkan gerakan mengelola sampah organik dengan Mbah Dirjo yakni mengolah limbah dan sampah dengan biopori ala Jogja di masyarakat. Banyak metode yang dapat digunakan di program Mbah Dirjo ini.
"Pemerintah kota Yogyakarta sudah menggalakkan gerakan yang namanya Mbah Dirjo yaitu kepanjangan dari mengolah limbah dan sampah dengan biopori ala Jogja. Intinya gerakan untuk memilah dan mengolah sampah dari rumah,” kata Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, beberapa waktu lalu saat menyerahkan biolos di RT 16 Kampung Celeban, Tahunan, Umbulharjo.
