Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati. (Dok. Istimewa)
Herum menjelaskan dari sisi aktivitas produksi, ada dampak El Nino menyebabkan pergeseran masa tanam dan panen tanaman pangan (padi, jagung, ubi kayu), namun beberapa komoditas perkebunan (kelapa, cengkeh, kopi, kakao) meningkat. Kemudian ada juga peningkatan aktivitas produksi industri makanan, seiring peningkatan permintaan saat Ramadan dan persiapan Lebaran.
"Impor barang modal tumbuh 58,48 persen, sedangkan impor bahan baku/penolong turun 12,06 persen, dan impor barang konsumsi turun 11,38 persen (yoy). Pemakaian listrik tumbuh 11,11 persen, terutama didorong konsumsi listrik segmen bisnis yang tumbuh 11,74 persen (yoy)," jelas Herum.
Herum melanjutkan untuk perkembangan perekonomian global, pengetatan kebijakan moneter global memberikan dampak penurunan inflasi. "Kemudian konflik geopolitik masih membayangi ekonomi global dan patut diwaspadai. Nilai ekspor DIY naik 4,48 persen (yoy)," kata Herum.