Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
EH Pelajar Tewas Akibat Pengeroyokan Dikenal Sosok Pendiam dan Mandiri
Ilustrasi warga yang menjadi korban klitih. IDN Times/Daruwaskita

Bantul, IDN Times - ‎Seorang pelajar, EH (17) tewas usai dikeroyok oleh orang tak dikenal dengan menggunakan senjata tajam di Jalan Menukan, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta pada Minggu (23/9).

Keluarga korban tak terima atas nasib yang menimpa EH dan meminta pelaku ditangkap serta dihukum seberat-beratnya.

1. Keluarga minta pelaku dihukum seberat-beratnya‎

rt.com

Paman korban, Putut Indro meminta aparat mengusut tuntas semua pelaku, motifnya, seperti permusuhan antar sekolah maka kejadian itu akan terulang kembali.

"Harus diselesaikan sampai tuntas agar tidak terulang dan kejadian berkelanjutan," ujarnya di rumah duka, Senin (23/9).

2. Keluarga serahkan proses hukum pada aparat kepolisian‎

Mako Polresta Yogyakarta. IDN Times/Daruwaskita

Menurutnya Kota Yogyakarta adalah kota pelajar, pertikaian antar pelajar harus segera diselesaikan. 

"Kita pasrahkan kepada aparat kepolisian. Proses hukum diharapkan bisa memberikan efek jera bagi para peaku dan kepada lainnya agar tidak terlibat dalam kejahatan," terangnya.

3. Korban EH dikenal pendiam namun mandiri‎

IDN Times/Daruwaskita

Isma, bibi korban mengaku sangat prihatin atas apa yang menimpa kepada keponakannya. EH dimata keluarga merupakan sosok pendiam, pengertian dan mandiri.

"Anak itu (EH) anak mandiri, pengin beli HP saja menabung dulu. Kalau uangnya kurang baru ibunya menambahi," terangnya.

EH diketahui merupakan pelajar kelas XII SMK di Kota Yogyakarta. EH meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS Wirosaban setelah dibacok orang tak dikenal di Jalan Menukan pada Minggu (22/9). Korban menderita luka sobek dibagian perut atas.

4. EH dimakamkan di pemakaman umum Giwangan‎

IDN Times/Daruwaskita

Jenazah EH sendiri dimakamkan di pemakaman umum Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta dan diberangkatkan dari rumah duka di Dusun Sawit, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon.

"Saya berharap EH adalah korban terakhir apalagi Yogyakarta merupakan Kota Pelajar yang berkompetisi dalam ilmu pengetahuan bukan berkompetisi dalam kejahatan," kata Kepala Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro.‎

Editorial Team

Related Article