Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan Pembangunan Infrastruktur di Jogja

- Program pembangunan infrastruktur di DIY cukup banyak, dengan jalan dan irigasi menjadi prioritas.
- Irigasi perlu ditingkatkan untuk mendukung ketahanan pangan, dengan harapan air bisa terdistribusi dengan baik kepada petani.
- Dukungan dari Kadin DIY untuk mengawal program pembangunan, seperti Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan.
Yogyakarta, IDN Times – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menghadapi tantangan dalam pembangunan infrastruktur karena saat ini pemerintah pusat tengah menerapkan efisiensi anggaran. Koordinasi dengan Pemerintah Pusat pun dilakukan untuk mendorong berjalannya sejumlah program pembangunan.
“Ya pengaruh (efisiensi anggaran). Kalau infrastruktur hanya pemeliharaan rutin, gak mampu, perlu ada peningkatan. Koordinasi Pemerintah Pusat makannya, dengan Kementerian PU,” ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY, Anna Rina Herbranti, di sela-sela Dialog Kebijakan Mengawal Pembangunan Infrastruktur di DIY untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi, di Loman Hotel, Rabu (27/8/2025).
1. Banyak program pembangunan yang direncanakan

Anna mengatakan sebenarnya rencana proyek infrastruktur di DIY cukup banyak, seperti pembangunan jalan, irigasi dan pembangunan lainnya. Untuk jalan dan irigasi menjadi prioritas Pemda DIY. “Untuk jalan kewenangan kami sepanjang 674,58 km. Ini ada beberapa kondisi sangat-sangat tidak baik, atau tidak mantap. Kami berupaya minta bantuan ke Kementerian PU,” kata Anna.
Salah satu jaringan jalan di DIY yang menjadi prioritas yaitu jalan Prambanan – Gayamharjo. Jika bisa terealisasi nantinya akan bisa terhubung dengan Gunungkidul. Sehingga ada alternatif jalan selain Yogyakarta – Piyungan – Wonosari. “Ada satu alternatif jalan lain, dengan kondisi yang lebih bagus daripada Piyungan – Wonosari yang sempit dan berkelok,” ungkap Anna.
Anna menambahkan terhubungnya jalan tersebut dinilai bisa menggerakkan pariwisata dan perekonomian. Anna menyebut setidaknya ada 13 lokasi wisata yang akan lebih mudah diakses. “Perekonomian masyarakat di sekitar situ pasti akan meningkat. Kalau jalan mulus semua, pasti akan menggerakkan ekonomi,” ucap Anna.
2. Irigasi bagian penting mendukung ketahanan pangan

Anna mengungkapkan selain kondisi jalan, irigasi juga perlu menjadi perhatian. Ada beberapa jaringan irigasi yang perlu ditingkatkan, pasalnya air tidak bisa mengalir optimal ke sawah. “Ada beberapa embung juga yang kita usulkan,” kata Anna.
Berdasar data DPUPESDM DIY, kondisi saluran irigasi kewenangan DIY di 41 daerah Irigasi sebesar 65,3 persen dalam kategori baik. Sementara itu rata-rata kondisi fisik 24 embung kewenangan DIY sebesar 84,92 persen dalam kategori Baik.
Staf Khusus Menteri PU Bidang Hukum, Jemmy Setiawan mengatakan dialog hari ini berkaitan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, salah satunya ketahanan pangan. “Ketahanan pangan itu salah satu orientasinya sumber daya air. Kalau air cukup, kita bisa membagi air kepada petani dengan baik,” ujar Jemmy.
Jika air bisa terdistribusi dengan baik untuk para petani, akan sampai pada harapan ketahanan pangan. “Apa PU bisa merealisasikan itu? Tentu PU akan dengan segenap tenaga berjuang di sana,” ungkap Jemmy.
3. Dukungan untuk pengembangan DIY

Jemmy juga mengapresiasi forum yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY ini. Menurutnya dengan kegiatan ini bisa memadukan apa yang menjadi program PU dengan apa yang dibutuhkan di DIY. “Harapannya Jogja dengan segala daya upaya, sebagai pembantu Presiden, Pak Menteri PU pasti mengupayakan yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap Jemmy.
Dirinya juga melihat ada tiga pilar utama yang dimiliki DIY, yaitu kebudayaan, pariwisata, dan pendidikan. “Tiga hal itu tidak lari, sehingga jadi dasar, bawahnya dikembangkan saja ada rumah makan, kos-kosan, dan turunan lainnya,” ucap Jemmy.
Wakil Ketua Umum Bidang UMKM dan DIgital Marketing Kadin DIY, Hermawan Ardiyanto menyebut kegiatan yang digelar kali ini sebagai bentuk partisipasi Kadin DIY untuk ikut mengawal program pembangunan yang ada di DIY. “Sehingga efisiensi yang sekarag sudah berjalan hampir satu tahun, pembangunan di DIY tetap bisa berjalan on the track,” kata Hermawan.
Hermawan menilai ada beberapa program yang perlu dikawal, seperti Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). “Itu kurang dikit, kalau sampai gak ada anggaran bisa berhenti panjang. Ini bentuk partisipasi aktif mengawal, mendorong sehingga apa yang menjadi harapan semua, pertumbuhan ekonomi kita bisa berjalan,” ungkap Hermawan.