Ilustrasi perundungan. IDN Times/Aditya Pratama
SMA Negeri 2 Bantul angkat bicara terkait unggahan viral di media sosial Threads yang berisi dugaan perundungan dan kekerasan psikologis terhadap seorang alumninya. Kepala SMA Negeri 2 Bantul, Isti Fatimah, menyatakan pihak sekolah terbuka terhadap proses investigasi serta siap bertanggung jawab apabila ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum di lingkungan sekolah.
Dalam pernyataan resminya, Isti menyampaikan permohonan maaf kepada pihak yang merasa dirugikan atas situasi yang berkembang di ruang publik.
"Sehubungan dengan dinamika informasi yang berkembang di media sosial terkait dugaan kasus perundungan dan kekerasan psikologis yang diunggah melalui Threads pada Selasa, 16 Juni 2026, keluarga besar SMA Negeri 2 Bantul menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada pihak penyintas, keluarga, serta masyarakat luas atas ketidaknyamanan dan situasi yang terjadi," ujar Isti.
Ia menegaskan, SMA Negeri 2 Bantul berkomitmen penuh untuk bersikap terbuka dan kooperatif apabila di kemudian hari dilakukan investigasi maupun evaluasi terkait kasus tersebut. "Kami berkomitmen penuh untuk bersikap terbuka dan kooperatif jika di kemudian hari ada proses investigasi ataupun evaluasi," katanya.
Isti juga menyatakan pihak sekolah siap menerima konsekuensi apabila terbukti terdapat pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, ataupun kelalaian yang dilakukan oleh oknum pengajar maupun pihak sekolah. "Kami siap bertanggung jawab atas kejadian ini. Apabila di kemudian hari terbukti adanya pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, maupun kelalaian yang dilakukan oleh oknum pengajar atau pihak sekolah, kami siap menerima sanksi serta konsekuensi sesuai dengan aturan kepegawaian dan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.
Menurutnya, peristiwa yang menjadi sorotan publik tersebut akan dijadikan sebagai momentum evaluasi internal agar lingkungan belajar di SMA Negeri 2 Bantul menjadi lebih aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. "Dinamika ini akan kami jadikan momentum evaluasi dan memastikan lingkungan belajar di SMA Negeri 2 Bantul ke depannya menjadi lebih baik lagi bagi seluruh peserta didik," ujarnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah membuka ruang komunikasi bagi masyarakat, orang tua siswa, maupun pihak-pihak terkait untuk menyampaikan kritik, masukan, atau informasi tambahan melalui kanal resmi sekolah. "Pihak sekolah membuka pintu komunikasi seluas-luasnya. Bagi masyarakat, orang tua siswa, maupun pihak terkait yang ingin menyampaikan kritik, masukan, atau informasi lanjutan, dipersilakan untuk menggunakan kanal resmi sekolah agar komunikasi dan perbaikan layanan dapat terjalin dengan baik," tutup Isti.