Sleman, IDN Times - Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), Hempri Suyatna, menilai eksplorasi pertanyaan yang diajukan kepada Calon Bupati (Cabup) Sleman dalam debat publik pertama, Jumat (30/10/2020) malam masih terlalu normatif.
Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan yang ada dirasa belum menukik, khususnya pada aspek ke-Sleman-an. Hal tersebut turut membuat para cabup kurang bisa mengeksplorasi visi misi ke depan dan menyebabkan gagasan yang ditawarkan cenderung kurang optimal dan juga masih normatif.
"Proses tanya jawab di antara kandidat pun juga terlihat kurang gereget. Implikasinya kurang mampu memgeksplorasi visi misi ke depan dari para calon. Padahal masyarakat butuh itu," ungkapnya pada Sabtu (31/10/2020).
